PUBLIS.ID, JEMBER – Sebanyak 4.000 mahasiswa asal Jember akan memperoleh beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember. Program tersebut diumumkan Bupati Jember Muhammad Fawait saat melepas 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026), sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Gus Fawait mengatakan beasiswa tersebut akan dibuka bagi mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program itu menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Khusus yang Jember, kita akan membuka pendaftaran beasiswa untuk anak-anak Jember yang kuliah di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Kita siapkan untuk kurang lebih 4.000 anak Jember. Ini adalah bentuk ikhtiar kami mengurai kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujarnya.
Selain mengumumkan program beasiswa, Gus Fawait juga meminta ribuan mahasiswa peserta KKN Kolaboratif berperan aktif membantu pemerintah memvalidasi data masyarakat miskin ekstrem. Data yang akurat dinilai menjadi kunci agar berbagai program bantuan dan pengentasan kemiskinan dapat tepat sasaran.
Ia menegaskan mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa jangan hanya pintar mengkritik, tetapi juga memberikan masukan yang konkret. Saya ingin memastikan program pengentasan kemiskinan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Pelepasan KKN Kolaboratif diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan para pimpinan perguruan tinggi.
Perwakilan Rektor Universitas Jember, Prof. Yuli Witono, mengatakan kolaborasi antarkampus menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Menurutnya, KKN Kolaboratif merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna mewujudkan desa yang cerdas, inklusif, dan tangguh.
Program KKN Kolaboratif tahun ini difokuskan pada pengembangan desa sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. (Sar)



