Puluhan Grup Seni Tampil, RRI Fest 2026 Hidupkan Panggung Budaya Jember

Robith Fahmi
Oleh
Robith Fahmi - Tim Redaksi
3 Menit Membaca
Oplus_131072
- Advertisement -

PUBLIS.ID, JEMBER – Puluhan kelompok seni mengambil alih panggung RRI Fest 2026. Campursari, pop dangdut, keroncong hingga tari tradisional bergantian menyuguhkan warna budaya Jember dalam puncak perayaan HUT ke-81 RRI, Rabu (9/9/2026).

Panggung LPP RRI Jember menjadi ruang pertemuan para pelaku seni, komunitas, pendengar, dan masyarakat. Festival tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan ragam kesenian lokal kepada publik.

Kepala LPP RRI Jember Anak Agung Gde Ngurah mengatakan, kearifan lokal menjadi salah satu fokus dalam RRI Fest 2026. Berbagai kesenian yang berkembang di Jember diberikan ruang untuk tampil dan dikenal lebih luas.

“Kita ingin menampilkan seluruh kearifan lokal, seni budaya kearifan lokal yang ada di Jember. Jadi, biar lebih dikenal,” ujarnya.

Menurut Anak Agung, RRI Fest sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan RRI dengan pendengar, komunitas, masyarakat, serta para pengisi acara yang selama ini terlibat dalam berbagai program siaran.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah festival berakhir. RRI ingin hubungan dengan komunitas dan masyarakat terus berkembang melalui berbagai kegiatan.

Keterlibatan komunitas terlihat dari banyaknya kelompok seni yang tampil. Sedikitnya lima grup campursari, 21 grup pop dangdut, dan 10 grup keroncong ikut meramaikan puncak RRI Fest 2026.

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) RRI Jember Danu Hartatik menilai, keterlibatan puluhan kelompok seni menunjukkan kuatnya kolaborasi antara RRI dan masyarakat.

Dia berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat, termasuk antara FKP, RRI, komunitas, masyarakat, dan para pengisi acara.

“Harapan saya lebih meningkatkan kerja sama antara FKP dengan RRI, juga dengan masyarakat,” katanya.

Tidak hanya musik, sejumlah tari tradisional turut ditampilkan. Di antaranya Tari Puspawijaya dan Tari Nisakala Seblang yang merupakan juara Tari Tradisi Pemkab Jember 2026.

Tari Lahbako dari Komunitas Perempuan Kebayakan Jember juga tampil. Sementara itu, Orkes Keroncong Kartini Pamori Jember ikut menghidupkan suasana panggung.

Rangkaian pertunjukan tersebut memperlihatkan keberadaan komunitas seni yang masih aktif menjaga dan mengembangkan kesenian lokal di tengah perubahan selera hiburan masyarakat.

RRI Fest 2026 juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pasar murah dan pangan murah di halaman LPP RRI Jember.

Sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras SPHP dan Minyakita, disediakan dengan persediaan terbatas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian RRI Fest yang mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri.”

Melalui festival tersebut, RRI Jember tidak hanya merayakan HUT ke-81 RRI. Panggung itu sekaligus menjadi ruang bagi seni lokal, komunitas, dan masyarakat untuk bertemu serta memperkenalkan kekayaan budaya Jember kepada publik. (*)

- Advertisement -
Bagikan Artikel ini