Jember Dipercaya Jadi Tuan Rumah Festival Usaha Mikro

Robith Fahmi
Oleh
Robith Fahmi - Tim Redaksi
3 Menit Membaca
- Advertisement -

PUBLIS.ID, JEMBER – Kepercayaan pemerintah pusat menunjuk Kabupaten Jember sebagai tuan rumah Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro mewakili Provinsi Jawa Timur membawa harapan baru bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka berharap momentum tersebut membuka akses permodalan, mempermudah legalitas usaha, sekaligus memperluas pasar agar usaha yang dirintis bisa berkembang.

Salah satu harapan itu disampaikan Fitria (35), pelaku UMKM di Jember. Menurutnya, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.

“Kalau ada bantuan permodalan dari pemerintah, tentu usaha kami bisa berkembang lebih cepat. Selama ini kendala terbesar memang modal untuk menambah produksi dan memperluas pemasaran. Kami juga berharap proses perizinan semakin mudah sehingga pelaku UMKM bisa lebih percaya diri mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember yang terus memperkuat pemberdayaan UMKM. Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pembangunan ekonomi harus berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2 yang meliputi petani, pedagang mlijo, hingga pelaku UMKM.

“Masyarakat Desil 1 dan Desil 2, mulai dari petani, pedagang mlijo, hingga pelaku UMKM harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar kesejahteraannya meningkat,” tegas Gus Fawait saat membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Aula New Sari Utama, Kaliwates, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, Pemkab Jember terus menghadirkan kemudahan perizinan, memperluas akses pembiayaan, serta berbagai program pemberdayaan agar UMKM mampu berkembang dan naik kelas. Bahkan, pemerintah juga membuka peluang tambahan modal melalui sinergi dengan Bank Indonesia.

“Silakan terus mengembangkan usaha. Nanti akan ada tambahan modal dari Bank Indonesia,” katanya.

Festival yang digelar Kementerian UMKM tersebut menjadi ajang kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi usaha mikro. Selama kegiatan berlangsung, pelaku UMKM mendapat fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, standarisasi produk, perlindungan usaha, hingga akses pembiayaan.

Secara nasional, transformasi UMKM juga menunjukkan capaian positif. Hingga 2025, sebanyak 14,6 juta UMKM telah bertransformasi dari sektor informal ke formal. Selain itu, 6,5 juta produk telah mengantongi sertifikat halal dan lebih dari 1 juta UMKM memperoleh sertifikasi usaha sebagai bekal memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Dipercayanya Jember menjadi tuan rumah festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Dengan akses modal, legalitas, dan pendampingan yang lebih mudah, usaha mikro di Jember diharapkan mampu naik kelas sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (Sar)

- Advertisement -
Bagikan Artikel ini