Fawait Minta Santri Jadi Garda Pengentasan Kemiskinan dan Pengawas Program Pemerintah

Robith Fahmi
Oleh
Robith Fahmi - Tim Redaksi
3 Menit Membaca
- Advertisement -

PUBLIS.ID, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak kalangan santri mengambil peran lebih besar dalam mengawal program pengentasan kemiskinan dan penanganan persoalan sosial di Kabupaten Jember. Menurutnya, kedekatan santri dengan masyarakat menjadikan mereka kekuatan strategis untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Ajakan itu disampaikan Fawait saat menghadiri Konsolidasi dan Pengukuhan Organisasi Santri Milenial dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Hotel Aston Jember, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI Muhammad Khozin, tokoh pesantren, serta ratusan santri dari berbagai wilayah di Jember.

Fawait mengatakan pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks itu, santri dinilai memiliki posisi penting karena selama ini hidup berdampingan dengan masyarakat hingga tingkat desa.

“Santri memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap ikut menjadi penggerak yang menyampaikan program-program pemerintah sekaligus memastikan manfaatnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan peningkatan pelayanan dasar, penguatan layanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penanganan persoalan sampah. Seluruh program tersebut, kata Fawait, membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Selain mengajak santri menjadi mitra pembangunan, Fawait juga mengingatkan generasi muda pesantren agar tetap menjaga jati diri dengan mengedepankan nilai kejujuran, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fawait turut mengapresiasi dukungan anggota DPR RI Muhammad Khozin terhadap berbagai kebutuhan pembangunan di Jember. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan daerah.

Sementara itu, Muhammad Khozin menegaskan santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Menurutnya, pesantren memiliki modal sosial yang besar untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

“Santri harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember harus terus diperkuat agar program pemberdayaan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Khozin.

Konsolidasi tersebut tidak hanya menjadi forum penguatan organisasi santri milenial, tetapi juga menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPR RI, dan komunitas pesantren untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis di Jember, terutama pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (SAR)

- Advertisement -
Bagikan Artikel ini