PUBLIS.ID, BONDOWOSO – Setelah sempat dikeluhkan petani akibat kelangkaan, pasokan pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska di Kabupaten Bondowoso mulai kembali tersedia. Sejak Selasa, 27 Januari 2026, distribusi pupuk dari distributor ke kios-kios resmi kembali berjalan.
Salah satu distributor pupuk di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, CV Arivan Jaya, memastikan stok pupuk di gudangnya dalam kondisi cukup. Pemilik CV Arivan Jaya, H Fendi, mengatakan ketersediaan pupuk saat ini telah mampu memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah, stok pupuk di gudang sudah cukup,” kata Fendi, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, CV Arivan Jaya telah menyalurkan pupuk bersubsidi ke 29 kios resmi di wilayah kerjanya. Wilayah distribusi tersebut meliputi Kecamatan Tapen, Sumber Wringin, dan Ijen. Penyaluran dilakukan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disusun sebelumnya.
“Kami sudah mengirim sesuai wilayah kerja dan sesuai RDKK,” ujar Fendi.
Kembalinya distribusi pupuk ini menjadi angin segar bagi petani yang tengah memasuki musim tanam padi. Sebelumnya, kelangkaan pupuk memaksa sebagian petani mengurangi dosis pemupukan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada produktivitas hasil panen.
Dengan kembali tersedianya pupuk bersubsidi, petani diharapkan tidak lagi khawatir terhadap kebutuhan sarana produksi. Pupuk bersubsidi dapat dibeli sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp 180.000 per kuintal untuk urea dan Rp 184.000 per kuintal untuk phonska.
Kelancaran distribusi pupuk subsidi dinilai penting di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian nasional. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan musim tanam serta keberlanjutan ketahanan pangan.
Sebelumnya, Kabupaten Bondowoso menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di tingkat kios resmi, tetapi juga dirasakan oleh distributor. Padahal, kedua jenis pupuk tersebut merupakan kebutuhan utama petani padi pada fase awal pertumbuhan tanaman.


