18 Siswa TK di Jember Diduga Keracunan MBG, Satgas Usulkan Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Oleh
Robith Fahmi - Tim Redaksi
3 Menit Membaca

PUBLIS.ID, JEMBER – Sebanyak 18 peserta didik taman kanak-kanak di Kabupaten Jember dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menyikapi kejadian tersebut, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember mengusulkan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber distribusi makanan.

Laporan dugaan keracunan itu diterima Satgas MBG pada Rabu (20/5/2026), setelah sejumlah anak dari TK Al Hidayah mengalami gejala kesehatan seperti mual, muntah, dan lemas seusai menyantap makanan program MBG.

Berdasarkan data sementara, beberapa peserta didik harus menjalani perawatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sedangkan sebagian lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan makanan yang dikonsumsi para siswa diduga berasal dari SPPG Mitra Kaliwates 7. 

Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Kami sudah menerima laporan terkait dugaan keracunan yang dialami peserta didik TK Al Hidayah. Untuk sementara, kami mengusulkan penghentian operasional SPPG yang diduga menjadi sumber distribusi makanan sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Fauzi, langkah penghentian sementara dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi selama proses investigasi berlangsung.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama. Karena itu, langkah preventif perlu dilakukan sembari menunggu hasil resmi dari tim pemeriksa,” katanya.

Selain menghentikan sementara operasional SPPG terkait, Satgas MBG juga berencana melakukan pengecekan terhadap dapur-dapur MBG di wilayah lain di Kabupaten Jember. Langkah itu dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan dalam program MBG benar-benar diterapkan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengecekan proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan di dapur-dapur MBG lainnya,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemenuhan gizi bagi anak usia sekolah yang bertujuan mendukung tumbuh kembang dan kesehatan peserta didik. Karena itu, aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaannya.

Pemerintah Kabupaten Jember juga disebut telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan menyampaikan perhatian terhadap kondisi para peserta didik yang terdampak.

Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan yang telah ditetapkan. (Sar)

Bagikan Artikel ini
Exit mobile version