Kamis 30 Juli 2020

Tim Terpadu Bersiap Menghadapi Potensi Karhutla di Kalbar

Oleh Redaksi, PUBLIS

PUBLIS.ID, PONTIANAK - Agustus 2020, diprediksi menjadi puncaknya musim kemarau 2020 dan potensi terjadinya kebakaran hutan-lahan (karhutla). Segala persiapan sudah dilakukan pihak terkait agar musibah tahunan: karhutla ini tak kembali terjadi.

Kamis (30/07/2020) lalu, Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat bersama dengan Polda Kalbar, Kodam XII /Tpr, BPBD Provinsi Kaimantan Barat melakukan supervisi langsung ke Posko Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di Posko Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Kegiatan dilakukan dalam rangka melihat langsung pelaksanaan teknis di lapangan, kondisi personel dan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan tim terpadu agar dapat dilaksanakan secara optimal untuk mencegah karhutla di Kalimantan Barat," ujar Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat, Sahat Irawan Manik, Kamis sore.

Kalimantan Barat, merupakan salah satu provinsi penyumbang asap hasil karhutla. Pemerintah, penegak hukum dan pihak terkait di Kalimantan Barat tentu tidak mau dianggap duduk-duduk saja. Patroli terpadu pencegahan karhutla pun kerap dilaksanakan sebagai wujud nawa cita pemerintah.

Dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggandeng TNI, Polri, Pemerintahan Daerah dan masyarakat, serta para pihak terkait lainnya. Termasuk pemegang izin usaha kehutanan atau perkebunan pada areal rawan karhutla.

"Kegiatan patroli terpadu yang kami laksanakan setiap tahun sejak tahun 2016 ini mengedepankan kegiatan penguatan kapasitas masyarakat tingkat tapak untuk bersama-sama melakukan kegiatan pencegahan karhutla, deteksi dini dan penanganan dini agar tidak terjadi bencana karhutla yang besar di tahun 2020," tutur Sahat.

Pemetaan tingkat desa, menurutnya, sangat diperlukan dari awal dilakukan. Mulai dari pemetaan areal rawan, kepemilikan lahan, potensi alternatif solusi, serta rencana demplot percontohan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB).

"Dan, pada akhirnya Pemerintahan Desa diharapkan mempunyai kesiapan dalam menghadapi karhutla serta mempunyai rencana aksi yang dapat dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya," ujar Sahat.

Manggala Agni pun, sambung dia, selalu mengajak para pihak untuk siap siaga dan semakin peduli pada masalah karhutla yang hampir setiap tahun berulang terjadi. Dengan harapan tidak menjadi bencana asap kembali.

"Apalagi di masa pandemi covid-19 yang saat ini terjadi. Itulah makanya kami mengajak para pihak untuk peduli, terutama dalam memberikan alternatif solusi PLTB," ajaknya. (oks)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga