Rabu 20 Mei 2020

Terkait Laporan BPK, Inspektorat Sudah Berhasil Menagihnya

Oleh Redaksi, PUBLIS


PUBLIS.ID, JEMBER - Beberapa waktu yang lalu, salah satu media daring memberitakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang kekurangan volume pekerjaan di empat OPD.

Berita dengan judul 'Waduh, BPK Ungkap Potensi Kerugian Negara 5,256 Milyar di 4 OPD Jember' tersebut diduga sengaja untuk 'menyesatkan' publik. Sebab, dari hasil audit BPK tersebut, rupanya Inspektorat sudah berhasil menagihnya.

Inspektur Joko Santoso menjelaskan, tindak lanjut laporan itu berhasil menagih uang dari rekanan akibat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp. 2,4 miliar dari kekurangan Rp. 4,6 miliar.

“Sudah dikembalikan ke kas negara dan terus ditagih sesuai prosedur,” tegasnya, Rabu, 20 Mei 2020.

Uang yang berhasil ditagih itu berasal dari 13 rekanan. Sisanya akan ditagih dari 20 rekanan. “Rekanan ini harus mengembalikan,” tandasnya.

Di sisi jasa konsultan, inspektorat berhasil menagih kekurangan sebesar Rp. 184,9 juta dari Rp. 564 juta. Sisanya pun terus ditagih untuk dikembalikan ke kas negara sebagai bentuk tanggung jawab.

Dalam menagih, inspektorat berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD itu kemudian menagih ke rekanan. Pembayaran oleh rekanan melalui bank ke kas negara dan melaporkan pembayaran itu dengan menyertakan bukti setor.

“Kami selalu melakukan pemantauan dengan ketat terhadap proses penagihan ini,” ujar Joko Santoso, sambil menyebut bahwa pemeriksaan oleh BPK merupakan pemeriksaan rutin dua tahunan. “Bukan kejadian luar biasa,” tuturnya.

Selain itu, Joko menyebut Bupati Jember Faida telah memerintahkan inspektorat untuk menagih kekurangan volume pekerjaan maupun jasa konsultan itu. Bahkan, bupati meminta untuk segera melakukan pemeriksaan begitu rekanan selesai dengan pekerjaannya. (*)


Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga