Senin 04 Juli 2022

Tarif Listrik Resmi Naik, PLN: Untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi PLN. (FOTO: Rifkianto N.)

PUBLIS.ID, JAKARTA - PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), (Persero) telah menerapkan tariff adjustment atau tarif listrik baru pada beberapa golongan pelanggan sejak 01 Juli 2022 kemarin. Pelanggan golongan rumah tangga dengan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) akan dikenakan tarif baru. 


Menarik nya justru kenaikan tarif tersebut tidak berlaku bagi pelanggan golongan bisnis dan industri. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, Alasannya karena PLN melihat bahwa saat ini kebijakan belum tepat untuk pelanggan listrik pada sektor bisnis dan industri tidak disesuaikan dalam kenaikan tarif listrik.


"Karena sekali lagi, bisnis dan industri itu untuk pergerakan ekonomi, dan Indonesia itu baru pulih dari pandemi ke endemi," kata Bob Saril dalam webinar bertajuk Ruang Energi: Keadilan Tarif Dasar Listrik, Perlukah Dilakukan Penyesuaian? pada Kamis, 30 Juni 2022 yang lalu.


Bob menambahkan, dengan adanya kebijakan ini, diharapkan kegiatan ekonomi akan semakin meningkat dan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Lebih jauh, menurutnya saat ini ekonomi Indonesia mulai pulih sehingga kebijakan untuk tidak menaikkan tarif listrik sektor industri dan bisnis dinilai sudah tepat.


Maka oleh sebab itu diputuskan kategori bisnis dan industri masih ditanggung oleh negara melalui kompensasi yang diberikan ke PLN. Hal ini juga menjadi alasan utama pemerintah melakukan kenaikan beberapa tarif listrik orang dianggap mampu sebagai salah satu upaya meringankan beban keuangan negara.


Reporter: Ammar

Publisher: Ammar

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga