Rabu 17 Februari 2021

Tanggapi Polemik Pabrik Semen Imasco, PCNU Kencong Melakukan Gerakan Senyap

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ketua PCNU Kencong Kiai Zaini Ghulam, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Sebelum polemik antara pekerja dengan pihak pabrik semen PT. Imasco Asiatic mencuat ke publik, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong menegaskan sudah melakukan gerakan senyap.

Ketua PCNU Kencong, Kiai Zainil Ghulam mengatakan bahwa PCNU Kencong sudah melakukan gerakan senyap. Bahkan, PCNU Kencong berkoordinasi dengan para petinggi di Jember.

"Mulai dari Ketua DPRD Jember, Polres Jember, hingga anggota DPRD Jatim. Langkah ini untuk mencari solusi yang mendamaikan, serta menemukan jalan keluar terbaik terkait tuntutan para pekerja," ujarnya sebagaimana rilis yang diterima Publis.id, Rabu 17 Februari 2020.

Gus Ghulam sapaan akrabnya, mendorong pemerintah bergerak cepat menyelesaikan sengketa antara pekerja dan manajemen PT. Imasco Asiatic. Sebab isu sengketa ketenagakerjaan tersebut telah merembet ke persoalan agama.

Dia mewanti-wanti, jangan sampai persoalan ini melebar dan masalahnya memicu konflik horisontal di tengah masyarakat, “Kami, PCNU Kencong percaya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah ini. Kami juga mendorong agar perusahaan segera memenuhi hak-hak para pekerja,” ucapnya.

Polemik pekerja dan PT. Imasco Asiatic mencuat ke publik, setelah Komisi D DPRD Jember bersama perwakilan Dinas Ketenagakerjaan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik semen di Desa Puger Wetan tersebut.

Sidak itu untuk menindaklanjuti aduan dari beberapa pekerja yang di-PHK sepihak. Di sana, Komisi D menemukan pihak pabrik memberlakukan kebijakan lockdown perusahaan sehingga pekerja tidak bisa keluar pabrik, termasuk untuk salat Jum'at.

Sementara di dalam pabrik belum tersedia masjid. PT Semen Imasco Asiatic sudah merespons masalah ini. Perusahaan asal Tiongkok tersebut berencana membangun masjid di area pabrik yang ditargetkan selesai tahun ini.

Masih Gus Ghulam, dia menyerukan semua pihak menjaga diri dan jangan sampai terpancing kabar-kabar yang berkaitan dengan isu sara. Sebab kata dia, Kecamatan Puger pernah memiliki sejarah kelam terkait isu sensitif yang bersinggungan dengan agama.

"Untuk itu, permasalahan yang sedang mencuat itu difokuskan pada aturan ketenagakerjaan yang ada, bukan ke hal lain. Yakni tentang pemenuhan hak-hak para pekerja," terangnya.

Menurutnya undang-undang ketenagakerjaan sudah diatur tentang hak dan kewajiban perusahaan. Sehingga, pemerintah harus memastikan aturan ini dijalankan oleh PT. Imasco. Bila tidak, pemerintah harus tegas, berikan punishment sesuai regulasi yang ada.

“Mari kita dukung pemerintah dan mendoakan para aparaturnya agar bisa menyelesaikan masalah ini secepat-cepatnya dan win-win solution,” ungkapnya.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga