Rabu 21 April 2021

Sudah P21, Kasus Korupsi Pasar Manggisan Jember Dilimpahkan ke Tipikor Surabaya

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kejari Jember saat menggelar jumpa pers di kantor Kejaksaan Negeri Jember, Doc: Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menggelar jumpa pers terkait kelanjutan kasus korupsi pasar Manggisan, Tanggul, Jember yang telah menetapkan dua tersangka, AS selaku Direktur PT. Dita Putri Waranawa serta MHS selaku kuasa Direktur yang mengerjakan revitalisasi pasar Manggisan tahun anggaran 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Zulfikar Tanjung mengatakan bahwa kasus keduanya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Demikian disampaikan di Kantor Kejaksaan Negeri Jember, Rabu 21 April 2021.

“Hari ini kami telah melakukan penyerahan tahap dua dari penyidik ke penuntut umum dalam perkara korupsi revitalisasi pasar Manggisan, dari hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap alias P21,” kata Zulfikar Tanjung.

Zulfikar berkata, bahwa setelah penyidikan korupsi pasar Manggisan dinyatakan P21, pihaknya segera melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Nantinya, hasilnya akan disampaikan secara terbuka.

"Perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Manggisan telah mengakibatkan kerugiaan keuangan Negara lebih dari Rp 1,3 Milyar berdasarkan hasil audit pihak BPKP. Peran dari Dua tersangka AS dan MHS merupakan pihak pelaksana pengerjaan proyek dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 7 milyar melalui anggaran Dinas Perdagangan Pemkab Jember," urainya.

Zulfikar menerangkan, bahwa peran kedua tersangka, AS merupakan pemilik perusahaan PT Dita Putri Waranawa, tersangka AS bekerjasama dengan tersangka MHS dalam melakukan pembangunan proyek Pasar Manggisan.

"Modusnya Tersangka MHS ini meminta kepada Tersangka AS sebagai pemilik perusahaan untuk mengerjakaan proyek tersebut dan seolah-olah perusahaan itu merupakan milik MHS padahal yang bersangkutan ini tidak tercatat sebagai pengurus apapun dalam perusahaan tersebut,” paparnya.

Menurut Zulfikar, tidak menutup kemungkinan perusahaan milik Tersangka AS nantinya akan dibubarkan. Namun, akan dikaji lebih lanjut, saat ini fokus menyelsaikan lebih dahulu perkara pokoknya kemudian nantinya tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke perusahaannya.

"Apalagi kita memiliki bidang Datun yang salah satunya memiliki kewenangan ke sana, membubarkan satu perusahaan yang telah melakukan suatu perbuatan kejahatan,” tutur Zulfikar yang belum setahun menjabat Kejari Jember ini di hadapan media.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga