Rabu 03 Maret 2021

Sudah Jadi Mata Pencaharian, Polres Jember Tangkap Puluhan Pengedar

Oleh Redaksi, PUBLIS

Satreskoba saat menghadirkan barang bukti, Doc: Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - 58 tersangka pengedar obat terlarang dan narkotika dihadirkan saat pers confrence oleh Satreskoba Polres Jember di halamam Mapolres Jember, Rabu 3 Maret 2021.

Puluhan tersangka ini menjadikan jual beli obat terlarang sebagai mata pencaharian, demikian disampaikan Kasatreskoba AKP. Dika Hadiyan Wiratama kepada sejumlah media.

"Total, 58 tersangka dengan 52 kasus ini hasil tangkapan Satreskoba dan Polsek selama bulan Januari-Februari," ujarnya. Untuk kasus narkotika jenis sabu diterapkan pasal 114 dan 112 UU No 35 Tahun 2009, dengan 15 kasus dan 17 tersangka.

Rinciannya, AKP.  Dika menjelaskan, Kasatreskoba 10 kasus, Polsek Sumbersari 2 kasus, Polsek Jenggawah 3 kasus, "Total barang bukti 42,43 gram," ucapnya.

Sementara untuk kasus obat keras berbahaya, diterapkan UU No 35 Tahun 2009, "Semuanya ada 37 kasus dengan 41 orang tersangka dengan rincian Kasatreskoba 23 kasus, Polsek Gumukmas, Wuluhan, Panti, Tempurejo, Puger, Rambipuji, Patrang dan Arjasa 1 kasus, Polsek Kalisat, Jenggawah dan Semboro 2 kasus," jelasnya.

AKP. Dika mengatakan, total barang bukti Pil Trihexyphenidyl 35.875 butir, Pil Dixtro 860 butir, "Untuk barang bukti uang hasil penjualan sekitar 2 juta, itu termasuk penjualan okerbaya dan narkotika," katanya.

"Tersangka perannya semua sama sebagai pengedar, pemasoknya dari beberapa orang dan residivis juga ada yang dari Semboro penjual okerbaya," terang AKP. Dika. Pihaknya juga menyita alat transportasi yang biasa digunakan oleh pelaku 1 unit truk untuk mengantar narkotika.

Truk tersebut, sambung AKP. Dika, berhasil ditangkap di Rambipuji setelah melakukan pembuntutan dari luar kota kemudian digiring ke wilayah Jember dan diberhentikan, setelah digledah ditemukan sabu-sabu.

Tersangka yang anak-anak, lanjut AKP. Dika, nantinya akan dibedakan dengan tahanan dewasa. Dan, karena saat ini masih Pandemi, maka tersangka tahanannya akan dipisah, di Mapolres dan di Mapolsek.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga