Kamis 14 Oktober 2021

Solusi Cepat dari Legislator Golkar untuk Wisata Watu Ulo, Lelangkan ke Swasta

Oleh Redaksi, PUBLIS

M. Nur Purnamsidi memakai baju putih lengan pendek saat Reses di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, Doc: Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - Agar infrastruktur pembangunan tempat wisata dibangun dengan cepat, mulai akses jalan, jembatan hingga MCK, legislator Golkar M. Nur Purnamasidi memberi solusi supaya Pemerintah Daerah melelangnya ke pihak swasta.

"Saya sudah reses berkali dan rata-rata permintaan masyarakat infrastrukturnya dibangun, akses jalan, jembatan maupun dengan MCK, rata-rata yang menyangkut kenyaman orang datang ke sana itu yang diminta, kalau infrastruktur dibebankan ke APBD itu berat, saran saya dilelang," ujar Bang Pur, sapaan akrab M. Nur Purnamasidi usai Reses di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kamis 14 Oktober 2021.

"Mana swasta yang berani mengelola dengan model yang kita tawarkan, berapa tahun 10, 15 atau 20 tahun, dan tanggung jawab pemeliharaan dibebankan kepada swasta, itu solusi menurut saya. Kalau menunggu APBD kan kebutuhannya 100 sekarang cuman bisa 5 dan besok 5, terus kapan ? tapi kalau diberikan ke swasta pemasukannya sekian miliar bisa masuk ke PAD, dibandingkan menunggu APBD itu menurut saya lebih cepat," tambahnya.

Anggota DPD RI dari Komisi X ini juga menyinggung wisata Papuma yang saat ini digugat 4,2 miliar oleh warga Jember. Menurutnya, itu tidak bisa dipaksakan, pengelolaan itu kepada siapa, harus melihat status lahan, kalau lahan itu milik perhutani maka tidak mungkin dikelola Pemda.

"Paling tidak diberikan delegasi atau pihak lain untuk mengelola itu. Makanya, status lahan itu menjai penting. Sebenarnya kalau mau? Pemda ini kan punya waktu ulo, itu kan murni aset Pemda bukan Papuma sebab kalau Papuma memang lahan perhutani, selama perhutani tidak membuat kontrak atau mendelegasikan ke tempat lain tidak mungkin," tegasnya.

Menurut Bang Pur, sebaiknya Pemda fokus kepada Watu Ulo yang dikembangkan sebab lebih dahsyat, garis Pantainya lebih panjang dan cemaranya sudah tinggi, tinggal pengaturan bagaimana infrastrukturnya bisa lebih baik.

Reporter: Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga