Kamis 08 Juli 2021

Selama PPKM Darurat, Kabupaten ini Matikan PJU Malam Hari dan Instruksikan Kepala Desa Tutup Akses Jalan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Bupati Jember bersama Forkopimda saat rapat daring, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa dan Bali mulai tanggal 3 hingga 20 Juli benar-benar dijadikan momentum untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Jember, supaya warganya tidak keluar rumah, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dimatikan pada malam hari, tepat pukul 20.00.

"Kami akan mematikan seluruh penerangan jalan umum di atas jam delapan malam se-Kabupaten Jember, supaya masyarakat tidak keluar rumah saat malam hari,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto, Rabu, 8 Juli 2021.

Kebijakan itu menyusul hasil rapat koordinasi evaluasi implementasi PPKM Darurat di Jawa Timur dan Bali. Rakor dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) RI Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam rakor secara daring tersebut diungkapkan bahwa mobilitas masyarakat di Jember masih cukup tinggi.

Di samping memadamkan PJU, Hendy juga menyatakan telah memberikan instruksi kepada seluruh kepala desa untuk menutup akses jalan pada malam hari.

Tujuan pemadaman dan penutupan akses di perdesaan itu sama, yakni mengurangi mobilitas masyarakat guna memutus rantai penularan Covd-19. “Kami dengan TNI-Polri akan lebih masif lagi menekan pergerakan orang tersebut,” kata Hendy.

Pemerintah berharap semua pihak berperan untuk memutus rantai penularan Covid 19 di kabupaten Jember. “Tanggung jawab ini ada di kita semua, bukan hanya pemerintah, warga juga harus kompak,” tegasnya.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga