Selasa 01 Juni 2021

Sebelum Inkracht, DPR RI Ingatkan Agar Publik Tidak Justifikasi Dugaan Pelecehan Seksual di Sekolah SPI Kota Batu

Oleh Redaksi, PUBLIS

DPR RI yang juga Sekjen DPP PKB Hasanudin Wahid, Doc: Robith Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, MALANG - Dugaan kasus pelecehan seksual di Sekolah SPI Kota Batu yang dilaporkan Komnas Perlindungan Anak (KPA) pada hari Sabtu 29 Mei 2021 ke Polda Jatim, oleh DPR-RI diminta untuk mengedepankan dugaan tidak bersalah sebelum ada keputusan Inkracht.

Hasanudian Wahid meminta semua pihak untuk tidak melakukan judgement, punishment atau justifikasi kepada sekolah favorit yang akreditasi A ini. "Namun jika pelecehan itu benar-benar terjadi, sungguh ironi di dunia pendidikan kita. Saya tegaskan perbuatan itu telah mengabaikan values yang dijadikan acuan dalam membentuk karakter berkeadaban," ujar Cak Udin, sapaan akrabnya, Senin 31 Mei 2021.

Sekolah SPI Kota Batu sendiri, siswanya sudah diorientasikan dalam pengembangan entrepreneurship merupakan anak-anak berprestasi meskipun mereka dari anak-anak kurang mampu.

Cak Udin mengingatkan agar semua pihak memandang kasus ini dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, "Tidak boleh ada judgement maupun punishment atau menjustifikasi sebelum ada kejelasan secara hukum," tegasnya

Pria yang juga Sekjen DPP PKB itu menekankan, pendidikan seyogyanya tidak hanya soal transfer of knowledge, tapi juga penanaman terhadap nilai-nilai baik agama maupun sosial kemasyarakatan.

Cak Udin berharap pihak kepolisian mampu menelusuri kebenaran atas laporan Komnas Perlindungan Anak dan dengan tegas dituntaskan secara hukum. "Kami minta pihak kepolisian bekerja cepat dan tegas tanpa tebang pilih agar kejadian ini tidak terulang kembali," ungkapnya.

Secara pribadi, Cak Udin merasa kecewa sebab Kota Batu merupakan tanah kelahirannya. Dimana, kota ini dikenal dengan kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Menurutnya, kasus dugaan pelecehan seksual di Sekolah SPI Kota Batu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran berlangsung dengan baik dan kondusif.

Ia juga berharap agar dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Jawa Timur dan lembaga terkait turut terlibat secara aktif dan intensif dalam memberikan pengawasan terhadap sekolah, terutama yang berupa boarding school agar tidak ada lagi segala macam bentuk pelecehan, kekerasan dan eksploitasi terhadap peserta didik.

Sumber: Pers Release
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga