Jumat 27 Desember 2019

Presiden Irak Mengajukan Pengunduran Diri ke Parlemen

Oleh Redaksi, PUBLIS

President Barham Saleh, [Twitter].


PUBLIS.ID, Iraq - Presiden Irak Barham Saleh mengajukan pengunduran dirinya ke parlemen kemarin setelah berminggu-minggu protes anti pemerintah yang menewaskan ratusan orang dan ribuan lainnya cedera tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.


Dalam surat pengunduran dirinya mengatakan Barham Saleh menjelaskan bahwa ia lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada menunjuk seorang kandidat untuk membentuk pemerintahan yang ditolak oleh para pemrotes.


Barham Saleh juga dilaporkan telah menolak pencalonan Asaad Al-Eidani, gubernur Basra, untuk melanjutkan pemerintahan baru berikutnya menggantikan dirinya. Dalam sepucuk surat kepada pembicara parlemen Irak pada hari Kamis, 26 Desember 2019 dia mengatakan perdana menteri yang baru haruslah seseorang yang dapat mempersatukan daripada memecah belah bangsa.


"Karena keinginan untuk menyelamatkan darah dan menjaga perdamaian sipil (di Iraq), saya minta maaf karena tidak menyetujui Eidani sebagai perdana menteri. Saya siap untuk menyerahkan pengunduran diri saya ke parlemen, ”kata Barham Saleh dalam suratnya.


Asaad Al-Eidani dinominasikan oleh blok parlemen Al-Binaa yang terkait dan mendapat dukungan pemerintah Iran. Sekitar 500 orang tewas dan lebih dari 20.000 lainnya cedera dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa sejak 1 Oktober 2019, menurut Organisasi Independen Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak. (AMR).


Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga