Jumat 27 Maret 2020

Pilbub Jember, PDI Perjuangan Tidak Boleh Menjadi Ekor

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kantor DPC PDIP Jember. Dok: Fahmi/Publis.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jember terlihat masih selow melihat dinamika politik Pilkada Jember saat ini. Sepertinya, mereka masih melakukan banyak pertimbangan untuk mengeluarkan rekomendasinya. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang perolehan suaranya sama dengan PDI Perjuangan sudah lebih dulu tancap gas dengan mendukung Djoko Santoso yang diduetkan dengan H. Ahmad Halim.


Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memilih mencabut rekomendasinya ke Djoko Susanto dengan alasan Gerindra juga menyodorkan wakil untuk mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) tersebut. Sepertinya, sosok Djoko akan menjadi primadona partai politik, terlihat ketika Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Nasdem (Nasional Demokrat) yang kompak mendukung Djoko dan mengantarkannya daftar ke Partai Gerindra. Padahal, rekomendasi Nasdem belum keluar.


Sebenarnya, ada apa dengan Djoko Susanto?


Banyak selentingan di sana sini bila Cost Politik Djoko unlimited sehingga menarik dan berpeluang besar untuk naik ke pendopo. Apalagi, infonya Djoko didukung penuh mantan Bupati Jember Mza Djalal.


PDIP adalah partai yang paling ditunggu rekomendasinya akan jatuh ke siapa, sebab partai berlambang moncong putih ini dinilai memiliki kader militan, mesin politik lewat struktur partai berjalan sangat maksimal. Ditambah sebagai partai pemenang pemilu 2019 dan mengantarkan Puan Maharani sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).


Tahun 2015 menjadi partai pendukung Faida - Muqiet dan menang melawan Sugiarto - Dwikoryanto yang di back-up penuh oleh sang manyar. Faida bersama Kyai Muqiet meninggalkan Pak Gik dan dr. Dwi dengan perolehan suara yang signifikan, hampir setiap kecamatan Faida menang.


Lalu, apakah pemilu 2020 ini, PDIP akan latah merekomendasi Djoko Susanto yang elektabilitasnya rendah, tentu kami meyakini partainya kaum marhein ini akan berfikir dua kali untuk menjadi ekornya Gerindra. Di banner Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jember, Bambang Wahyu bertuliskan "Kader Dewe" dengan jargon 'Loss Gak Rewel' sebagai tanda bahwa PDI Perjuangan akan mengusung kadernya sendiri untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember.


Entah, apakah sekretaris DPC PDIP Jember itu akan menjadi Calon Wakil Bupati atau kah menjadi Calon Bupati. Namun, sudah selayaknya PDIP menjadi partai pengusung, guna membuktikan kepada publik bahwa partai besutan Megawati itu militan, tidak bergantung kepada uang sebagai modal utama sebagai calon.


"Bila uang menjadi modal utama, maka Oligarki akan Merajalela"



Ditulis oleh:

Robith Fahmi, M.Pd

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga