Rabu 09 Juni 2021

Pertikaian Antar Pesilat, Iklim Investasi dan Upaya Pemkab Jember Menyelesaikannya

Oleh Redaksi, PUBLIS

Bupati Jember Hendy Siswanto, Kapolres, Dandim, Ketya DPRD menandatangani kesepakatan bersama, Doc: Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Sepanjang tahun 2020-2021 ada 10 insiden pertikaian berupa pengeroyokan yang dilakukan pesilat, salah satunya yang sampai viral di media sosial terjadi pada hari Minggu 18 April 2021 di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari.

Dua pesilat dari perguruan silat Pagar Nusa babak belur dihajar sembilan oknum pesilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Dua oknum pesilat berhasil diamankan Polres Jember, namun sayangnya 7 diantaranya masih buron dan tidak ada kabar hingga hari ini.

Upaya Pemkab Jember Menyelesaikannya

Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman bersama DPRD, ketua perguruan silat dan ketua Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Jember pada hari Kamis 27 Mei 2021.

"Kepada seluruh yang hadir dalam acara ini, mari berfikir yang baik, untuk mencari solusi yang baik sehingga tidak terjadi perselisihan kembali,” ujar Gus Firjaun, sapaan akrab Wabup waktu itu.

Gus Firjaun berjanji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan merangkul seluruh Perguruan silat yang ada di kabupaten Jember. Salah satunya, dengan mengadakan pertandingan, seperti event Turnamen. “Kita akan memberikan Id card masing-masing anggota Pencak Silat dan Plakat harus dipasang pada tempat di mana mereka berlatih.” imbuhnya

Akhir acara RDP, seluruh ketua perguruan Pencak Silat diminta menandatangani Pakta Integritas yang salah satu pointnya, perguruan silat yang melakukan aksi premanisme akan dibekukan. Sayangnya, ketua PSHT menjadi satu-satunya ketua perguruan yang enggan membubuhkan tanda tangan di Pakta Integritas.

Selesai RDP di kantor DPRD, giliran Bupati Jember Hendy Siswanto mengundang seluruh ketua perguruan Pencak Silat ke Pendopo Wahyawibawagraha untuk menandatangani kesepakatan bersama pada hari Rabu 9 Juni 2021. Total 30 ketua perguruan Pencak Silat hadir semua.

Bupati Jember Hendy Siswanto saat sambutan mengatakan bahwa negeri ini tercipta di mana dulunya ada penjajahan dan peran pesilat kala itu untuk turut perang mengusir penjajah, persatuan saat itu pastinya tidak diragukan lagi. Jadi, negeri ini dibangun dengan tali persaudaraan yang erat dan hari ini semua pesilat hadir untuk mewujudkan semua.

"Makanya mari kita semua meningkatkan ukhuwah guna memajukan dan mensejahterakan masyarakat Jember untuk masa depan Jember yang lebih baik lagi. Baru baru ini kita melihat dan mendengar berbagai insiden yang tidak pernah terjadi sebelumnya namun warga Jember itu pemaaf sehingga bagaimana ke depan kita rajut kembali persatuan untuk masa depan Jember yang lebih baik," pungkas Hendy.

Hendy Siswanto Ingin Jember Aman Agar Iklim Investasi Baik dan Investor Datang ke Jember

Masih saat sambutan, Hendy sampai memohon kepada semua ketua perguruan agar bagaimana bisa memberikan pelajaran yang baik dan menjadikan Jember sebagai kabupaten yang membanggakan sehingga dikenang oleh anak cucu kelak.

Hendy mengajak kepada 30 ketua perguruan Pencak Silat yang hadir memikirkan bagaimana cara meningkatkan perekonomian, "Perguruan Pencak Silat bukan hanya seni olahraga, tentu apapun itu yang mengumpulkan massa bisa menggerakkan perekonomian," tandasnya.

Hendy mengaku bersama Gus Firjaun sedang berjuang. Apalagi, kata dia, Jember memiliki label sebagai kabupaten termiskin nomer 2 se-Jawa Timur, "Tentunya banyak masalah tentang perekonomian apalagi saat ini sedang covid-19 oleh karenanya mari kita tunjukkan bahwa Jember adalah tempat berinvestasi yang paling baik," tegasnya.

Menurut Hendy, bila investor masuk ke Jember maka iklim bekerja nyaman di Jember dan akan mendorong perekonomian untuk tumbuh, bila ekonomi tumbuh maka 57000 pengangguran di Jember akan terangkat semua, "Saya sebagai penangung jawab di sini tidak ada kata lain selain mengajak semuanya untuk bersama sama, kita harus rukun dan tidak hanya di organisasi Pencak Silat saja melainkan organisasi apapun, Jember harus kondusif, aman dan tertib," ungkapnya.

Hendy menegaskan bahwa Jember sudah saatnya makmur bersama. Ia menyerukan agar Pencak Silat maksimalkan prestasinya di even level nasional dan internasional, "Pemkab akan mengawal bila nanti berprestasi, Pemkab akan mewadahi semua organisasi pencat silat yang berprestasi," janjinya disambut tepuk tangan.

Setelah Hendy memberikan sambutan, semua ketua Pencak Silat menandatangani kesepakaan bersama yang mana salah satu klausul kesepakatannya, bila ada masalah berulang kali maka Pemkab akan memberikan sanksi maksilal berupa pelarangan aktifitasnya. Dan, ketua PSHT Jono Wasinuddin yang sebelumnya enggan tanda tangan saat RDP di kantor DPRD akhirnya melunak, ia terlihat maju ke depan menandatangani kesepakatan bersama.

Tanggapan Ketua PSHT Jember

"Alhamdulullah bupati bisa mengumpulkan semua perguruan Pencak Silat dan PSHT NKRI harga mati. Artinya, keputusan bersama harus kita dukung, PSHT mendukung semua keputusan yang terbaik untuk Jember," ujar Jono Wasinuddin kepada sejumlah media.

Rekan Jono yang berdiri di sampingnya mengatakan bahwa PSHT enggan dipermainkan dan PSHT akan tetap menjadi PSHT.

Bila ada anggota PSHT yang berulah dan merugikan organisasi, Jono mengatakan akan menindak tegas dengan cara memecat. "Pertama teguran satu dulu, ambil mori maka dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, teguran kedua akan dilaporkan ke pusat Madiun dan pusat akan memecat anak itu," tegas Jono.

Jono menyatakan bahwa saat ini sudah ada 30 pesilatnya yang sudah menjalani proses itu. Rekan Jono menambahkan, bila kejadian premanisme itu bukan perintah organisasi melainkan oknum dan sekarang sudah ada yang ditangani pihak berwajib bahkan di Lapas Jember.

Rekan Joko menegaskan bahwa PSHT mengajarkan bagaimana berbudi luhur dan tau mana yang benar dan salah, bertaqwa kepada tuhan dengan jalinan persaudaraan. Ia menegaskan bila kesalahan kemaren dilakukan oleh oknum.

Jono mengaku sejauh ini hubungannya dengan ketua perguruan Pencak Silat lainnya baik-baik saja untuk menjaga ajaran para leluhur dan mejaga budaya bangsa, semuanya sama. "Di bawah seperti itu ya kita pahami PSHT ada 17814 dan ada 544 latihan, bayangkan dengan perguruan yang lain hanya 1 kecamatan, permasalahannya komplek di PSHT, jangan hanya menyudutkan PSHT, tolong itu di pahami juga," ungkap Jono.

Ketika ditanya kesiapan PSHT mengikuti even, rekan Jono langsung menjawab bahwa PSHT pernah juara MMA saat dilaksanakan di alun-alun Jember. "PSHT juara 1 dan juara umum waktu itu," terangnya.

Reporter: Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga