Rabu 05 Mei 2021

Pengeroyokan 4 Anggota Pagar Nusa, Polres Jember Hanya Meringkus 2 Pelaku

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi diambil dari infonegeri.id

PUBLIS.ID, JEMBER - Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin enggan diwawancara awak media usai Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Halaman Mapolres Jember, Rabu 5 Mei 2021.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna meminta wartawan koordinasi dengan Humas Polres. Ia tidak menjelaskan secara spesifik kasus pengeroyokan 4 anggota Pagar Nusa di Bangsalsari pada hari Minggu 18 April lalu itu.

"Untuk perkembangan beberapa perkara yang sudah kita tangani, termasuk kemaren-kemaren yang lebih berat yang di Jember yang jelas sudah ada perkembangan dan sudah kita amankan, ada beberapa yang masih dicari terduga pelaku lainnya," katanya.

Ketua Pagar Nusa Jember, Fathorrozi mengaku baru saja dihubungi Polres bahwa sudah ada 2 orang yang ditangkap dan sudah cukup bukti. "Barusan saya di tlp anggota Polres sdh 2 orang yang ketangkap dan sudah cukup bukti, yang lain dalam pengejaran," katanya melalui pesan WhatsApp, Rabu 5 Mei 2021.

Sebelumnya, Publis merilis pernyataan Fathorrozi yang mengancam akan menyurati Presiden, Kapolri dan PBNU bila tidak ada progres dari Polres Jember (KLIK: Ketua Pagar Nusa Jember Akan Surati Presiden Bila Kasus Pengeroyokan Tidak Ada Kejelasan dari Polres), pada Rabu 5 Mei 2021.

Fathorrozi mengatakan, pada waktu itu ada dua lokasi pengeroyokan, untuk yang di Kecamatan Puger sudah bagus progresnya dan pelakunya sudah ditangkap.

Fathorrozi mengaku belum menerima kabar dari Polres terkait progres kasus pengeroyokan yang di Bangsalsari, apakah pelakunya sudah ditangkap atau belum, "Seharusnya Polres membuat pers rilis," katanya lewat telephone, Rabu 5 Mei 2021.

Setelah lebaran, Fathorrozi mengaku akan kembali mendatangi Mapolres untuk menanyakan progresnya sampai di mana penyidikan dan penyelidikannya, apakah semuanya sudah ditangkap apa masih belum.

"Kalau tidak sesuai progres, kami akan membuat surat, saya yakin masyarakat tidak suka dengan cara-cara premanisme seperti ini. Langkah terakhir Nanti kami akan kirim surat ke PBNU, Presiden, Kapolri yang ditanda tangani kiyai-kiyai dan tokoh masyarakat Jember," ungkap Fathorrozi.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga