Selasa 09 Maret 2021

Pembacok Selingkuhan Istri Menyesal

Oleh Redaksi, PUBLIS

Tauhid, pelaku pembacokan selingkuhan istrinya dipamerkan polisi saat pers confrence di Mapolsek Kencong, Jember, Doc: Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - Hari Minggu kemaren 7 Maret 2021, warga Jember dihebohkan dengan aksi pembacokan di Dusun Krajan II, Desa Cakru, Kecamatan Kencong.

Pelakunya Tauhid, seorang pencari rumput. Korbannya Sukari, selingkuhan istri Tauhid yang bernama Ponasri. Keduanya menjalin hubungan terlarang sudah 6 tahun.

Hal tersebut diketahui setelah Ponasri membuat pengakuan kepada Tauhid empat hari sebelum kejadian. Keterangan Sawab, seorang warga, keduanya bahkan berhubungan badan di rumah Tauhid dikala ia sedang bekerja.

Waktu itu, Tauhid hendak ke sawah mencari rumput, sebilah celurit dibawanya. Ketika melewati rumah Sukari, suami Ponasri ini memanggilnya. Tapi, korban tidak menyahut justru membusungkan dada seolah menantang.

"Saya memanggil Sukari, Ri dennak, sampek telok kaleh, (Sukari ke sini kamu), langsung tegang gini pak menghadap saya, akhirnya saya emosi langsung mbacok, padahal saya dari rumah niat bekerja ke sawah," ujar Tauhid saat Press Confrence di Mapolsek Kencong, Selasa siang 9 Maret 2021.

Tauhid mengaku tidak menyesal telah membacok selingkuhan istrinya. Yang ia sesali harus berpisah dengan buah hatinya yang masih kecil dan tidak bisa menafkahinya.

"Ya menyesal karena jauh dan teringat sama anak-anak di rumah yang masih kecil-kecil," katanya. Kepada istrinya, Tauhid mengaku tidak sakit hati maupun dendam meski telah dikhianati.

Tauhid justru merasa kasihan kepada istrinya sebab harus menanggung sendiri beban hidup dan membesarkan buah hatinya, selama Ia menjalani hidup di jeruji besi. "Saya tidak berniat membunuh, kerjaan sehari-hari bawaan saya memang ngerumput pak," ucap Tauhid lirih.

Kapolsek Kencong AKP. Adri Santoso, kepada sejumlah media mengatakan, tersangka melakukan penganiayaan sampai meninggal dunia awalnya tersangka menceritakan kepada istri terkait keadaan ekonomi yang tidak ada perubahan bahkan semakin sulit .

Kemudian istri tersangka mengaku telah selingkuh dan meminta ampun kepada pelaku. Namun, pengakuan tersebut sulit dibuktikan sebab hanya pengakuan dari istrinya. Selain itu, kejadian secara detail waktu perselingkuhan, pelaku tidak menceritakan, sehingga sulit dibuktikan.

Ardi berkata, saat itu istri cerita kepada pelaku bahwa dia telah selingkuh dengan Sukari selama kurang lebih 6 tahun. Atas cerita tersebut tersangka terbakar api cemburu dan sakit hati.

"Saat tragedi berdarah terjadi, tersangka berangkat ke sawah untuk bekerja, otomatis dia membawa sajam," ujar Ardi. Tersangka bertemu dan melihat korban ada di rumah.

Maka didatangilah korban dan langsung membacok korban beberapa kali di bagian kepala sebelah kanan, tengkuk dan tangan .

Korban sempat lari kemudian dikejar dan dibacok lagi mengenai kaki sehingga korban terluka parah. Setelah itu, tersangka bisa diamankan dan korban langsung dibawa ke Puskesmas tapi nyawanya tidak tertolong.

"Dalam kasus ini kita kenakan pasal 338, subsider 340 subsider 351 ayat 3 KUHP ancaman hukuman 12 tahun hingga seumur hidup," pungkas Ardi.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga