Rabu 10 Juni 2020

Pekerja yang di PHK Mendapat Bantuan dari Pemkab Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Bupati Jember saat apel bersama Satgas PHK, Doc: Publis.id

PUBLIS.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan kepada pekerja yang oleh perusahaannya di PHK atau dirumahkan dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jember dr. Faida MMR. saat Apel Tim Gabungan Satgas PHK yang terdiri dari Tim Gugus Tugas, Disnaker dan Sarbumusi di Pendopo Wahyawibagraha Jember, Rabu 10 Juni 2020.

Bupati Jember dr. Faida menyampaikan, totalnya 1002 pekerja yang terkena dampak Pandemi Covid-19 mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember, dari 1002 pekerja, 59 diantaranya di PHK dan sisanya dirumahkan sementara.

Kata dia, tugas dari Satgas ini menyalurkan bantuan stimulan dari Pemkab Jember kepada mereka para pekerja yang terdampak Pandemi Covid-19. Untuk tahap pertama, bantuan diberikan di 3 kecamatan, Sumbersari, Kaliwates dan Patrang, kemudian dilanjutkan di tiap-tiap kecamatan.

Bupati menjelaskan, data 1002 pekerja yang di PHK dan di rumahkan sementara ini, sesuai dengan data yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja, Radar Bansos, serta dari Sarbumusi.

Tentunya, kata dia, data ini sudah dilakukan verifikasi dan validasi sesuai ketentuan yang ada. Bantuan, sebesar Rp. 600 ribu per bulannya, dimana dari mereka mendapatan jatah 1 bulan, sebagian 2 bulan.

“Tidak semua mendapatkan nominal yang sama, ada yang 1 bulan dan ada yang 2 bulan, sesuai dimana mereka mulai dirumahkan dan di PHK," ujarnya.

Faida menegaskan, satgas tidak akan melihat apakah rumah penerima bagus atau tidak, memiliki penghasilan tetap atau tidak, yang penting sesuai data dari Disnaker bahwa mereka adalah pekerja yang terdampak.

“Meski rumahnya bagus, mereka juga tidak ingin tidak ada penghasilan, karena di PHK dan di rumahkan, maka Pemkab hadir untuk memberikan ganti, saya yakin mereka juga tidak mau seperti ini tanpa ada penghasilan, jika boleh memilih, mereka pasti memilih bekerja daripada mendapat bantuan,” tuturnya.

Selain itu, Faida juga akan memfolow up pekerja yang terkena PHK, dengan melihat 3 hal yang akan diperhatikan, diantaranya usaha apa yang akan dirintis, pekerjaan apa yang akan dijalani, dan ketrampilan apa yang dimiliki.

“Dari tiga kriteria ini, akan kita pilah untuk menentukan langkah-langkah apa yang akan dipersiapkan,” ujarnya.

Faida menghimbau kepada 1002 pekerja yang menerima bantuan, jika ada bantuan yang berkurang atau dipindah tangankan, pihaknya meminta agar segera lapor ke gugus tugas covid-19, karena hal ini tidak dibenarkan.

“Untuk pekerja terdampak pandemi covid-19 seperti di PHK dan dirumahkan oleh perusahaan dan belum terdata, bisa melaporkan lewat radar bansos dan melalui perusahaan, karena kami masih akan terus melakukan pendataan-pendataan lebih lanjut," ungkapnya (*)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga