Jumat 06 November 2020

Peduli Buruh Migran, Desa Dukuhdempok Jember Masuk Nominasi Award Kemenlu

Oleh Redaksi, PUBLIS

Plt Bupati Jember Drs KH A Muqit Arief bersama staf utama kepresidenan Republik Indonesia, ibu Ruhaeni.

PUBLIS.ID, JEMBER - Warga Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan banyak yang bekerja di luar negeri. Kini, desa tersebut menjadi Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) setelah mendapat pendampingan dari Migrant Care bahkan masuk nominasi program Hasan Wirayudha Award dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu).

Desa Dukuhdemok mulai menjadi Desbumi (Desa Peduli Buruh Migran) sejak tahun 2016. Masuk nominasi setelah penilaian oleh dewan juri independen dari berbagai unsur, diantaranya; staf utama kepresidenan Republik Indonesia Ruhaeni, Kementrian Luar Negeri, Akademisi dan juga termasuk dari media.

Terpilihnya Desa Dukuhdemok, sebab warga desa tersebut banyak yang menjadi tenaga kerja yang bekerja di luar negeri yang dirintis oleh Migrant CARE beserta jaringannya sehingga desa menjadi Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) sejak tahun 2016.

Ruhaeni mengatakan yang menjadi Indikator penilaian yakni tentang peraturan Desa (Perdes) dan Implementasi dari perdes, kemudian Inisiatif serta senergitas pemerintah desa dengan masyarakat selanjutnya perubahan sebelum ada perdes/Perda dan setelahnya.

"Memang yang menjadi Nominasi  untuk saat ini tingkat desa yang mempunyai program Inprehensif, mulai dari Perdes, Implementasinya serta perlindungannya baik perlindungan terhadap keluarganya maupun masyarakat." Ujar Ruhaeni

Menurut Ruhaeni, target dari program ini adalah memberikan penghargaan sehingga desa yang masuk dalam Nominasi diharapkan akan memberi Inpirasi kepada desa maupun Kabupaten serta Provinsi yang lain, karena memberikan perlindungan adalah amanat Konstitusi.

"Bagaimanapun juga pemerintah mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala desa harus memberikan perlindungan terhadap masyarakatnya, karena perlindungan merupakan tanggungjawab kita semua."

Sebenarnya tambahnya ada dua Provinsi di enam Kabupaten seluruh Indonesia yang mendapat penilaian diantaranya di Provinsi Lampung ada dua Kabupaten, dan di Provinsi Jawa timur ada empat kabupaten. Yakni kabupaten Banyuwangi, Blitar, Ponorogo dan Kabupaten Jember.

"Penghargaan diberikan kepada individu, kelompok dan organisasi baik di Indonesia maupun di luar negeri yang dinilai telah memberikan kontribusi yang signifikan di bidang perlindungan WNI luar negeri." tambahnya

Plt Bupati Jember Drs KH A Muqit Arief menyampaikan, kedatangan tim penilai ke Desa Dukuhdempok sebagai bentuk  kepedulian terhadap Pemerintah Desa  berkaitan dengan buruh migran karena desa tersebut merupakan salah satu lumbung buruh migran dan di jadikan Desbumi.

"Mereka akan difasilitasi, apakah sudah terbangun sebuah sistem, sehingga ketika bekerja diluar negeri nantinya akan terkontrol, dimana penempatannya, bagaimana monitornya dan lain lainnya," Ungkap pengasuh PP Al Falah di Silo itu. (BA).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga