Selasa 19 Mei 2020

Peduli Alfin, Camat Kapongan dan Warga Situbondo yang di Surabaya Galang Dana

Oleh Redaksi, PUBLIS

Suasana pemberian Donasi dari salahsatu warga Situbondo yang berdomisili di Surabaya (Tengah Kerudung Coklat) kepada Julia Rusdiana Shalehah (kerudung hitam Ibunda Alfin), Doc: Rozy


PUBLIS.ID, Situbondo - Sebagai bentuk kepedulian serta upaya meringankan beban keluarga, Camat Kapongan Timbul Surjanto bersama warga Situbondo yang berdomisili di Surabaya memberikan bantuan untuk Alfin Nur Ramadhani yang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Surabaya, Jawa Timur.

Informasi yang diterima Publis.id sebelumnya, Alfin beralamat di KP Gading RT 02 RW 10 Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, dia merupakan seorang anak balita berusia hampir 2 tahun yang bernasib kurang baik dengan menderita infeksi paru-paru dan Hidrosefalus (Cairan di kepala) sehingga membutuhkan perawatan ekstra untuk kesembuhannya.

Setelah ramai pemberitaan kondisi ekonomi hingga sakit yang di derita Alfin. Bahkan, Kartu Indonedia Sehat (KIS) yang sudah non aktif membuat sejumlah relawan turut prihatin dengan mencarikan solusi dan menggalang donasi.

"Hari ini kami dikunjungi warga Situbondo yang berada di Surabaya dan mereka memberikan bantuan untuk anak saya (Alfin). Alhamdulillah saya berterimakasih atas semua pihak yang telah berupaya membantu kebutuhan keluarga saya," Ujar Ibunda Alfin, Julia Rusdiana Shalehah kepada Publis.id lewat pesan WhatsApp, Minggu 17 Mei 2020.

Julia mengatakan, warga Situbondo yang berdomisili di Surabaya tersebut mendengar informasi dari Camat Kapongan. Oleh karenanya, Julia menyampaikan rasa terima kasih kepada Camat Kapongan Timbul Surjanto, "Insyaallah donasi ini bermanfaat untuk anak saya," katanya.

Sementara itu, Camat Kapongan Timbul Surjanto membenarkan bila donasi untuk Alfin itu diberikan oleh warga Situbondo yang berdomisili di Surabaya. Kata dia, usai mengabarkan tentang Alfin, mereka langsung mengunjungi Alfin dan membantu sekedarnya.

Timbul berjanji akan berupaya melakukan komunikasi dan mencarikan solusi untuk Alfin. Hari ini, lanjutnya, donasi untuk Alfin tetap berjalan dan telah berkomunikasi dengan pihak yayasan yang ditempati keluarga Alfin. Timbul berharap, semoga tambah banyak pihak yang peduli kepada Alfin.

Berita sebelumnya, awal mula penyakit menyerang tubuh Alfin, kata Kepala Dudun Gading Wonokoyo, Samsul Arifin menceritakan, bila awalnya Alfin mengalami demam tinggi dan telah menjalani perawatan di Puskesmas setempat hingga di rujuk ke salah satu RS di Situbondo kemudian kembali dirujuk harus ditangani RS di Surabaya.

"Posisi adek Alfin sudah hampir setahun menjalani perawatan di salahsatu RS di Surabaya, hingga hari ini masih di sana berjuang melawan penyakit yang dideritanya, hanya saja keluhan keluarga bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki tiba-tiba non aktif," cerita Samsul sewaktu menghubungi ibu Alfin.

Sosok Alfin sebelumnya sempat menjadi bahasan diberbagai pemberitaan media online dan media sosial, termasuk KIS yang telah digunakan berbulan-bulan secara tiba-tiba berstatus non aktif tanpa pemberitahuan sehingga pihak keluarga kebingungan karena harus biaya mandiri.

"Kami sangat tahu bahwa kondisi ekonomi keluarga alfin cukup memprihatinkan sehingga perlu dibantu dan dicarikan solusi bersama, sebab selain untuk keperluan perawatan juga biaya hidup keluarga selama di surabaya," tambah Mulyadi, warga patek Wonokoyo

Sementara sekeluarga Alfin berharap kepada pihak-pihak terkait terutama kepada pemerintah Kabupaten Situbondo maupun pemerintah provinsi hingga pusat agar bisa membantu mengaktifkan kembali KIS yang pernah digunakan Alfin.
"Sejak KIS Alfin tiba-tiba tidak aktif, maka kami bersama keluarga kebingungan sebab harus biaya mandiri semuanya dari kontrol, perawatan dan pengobatannya, semoga KIS Alfin bisa segera digunakan kembali," Harap Julia, Ibunda Alfin (ARZ)


Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga