Selasa 16 November 2021

Partisipasi Perempuan Rendah di Perhelatan Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Calon Kepala Desa yang mengikuti Deklarasi Damai di Gedung Serbaguna, Doc: Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - Laki-laki masih mendominasi dalam perhelatan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Jember tahun 2021, dari total 214 Calon Kepala Desa (Cakades), calon perempuan hanya 24 sementara laki-laki 190 calon.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) Adi Wijaya mengatakan, Deklarasi Damai Calon Kepala Desa diikuti secara luring maupun daring.

"Calon Kepala Desa laki-laki 190, calon kepala desa perempuan 24 dan jumlah total 214. Total jumlah DPT 49.449 orang, terdiri dari 905 TPS dengan total panitia 451 orang, jumlah KPPS 4945 dan jumlah penyelenggara 8986 orang," ujar Adi Wijaya dalam sambutannya di acara Deklarasi Damai dan Penandatanganan Pakta Integritas di Gedung Serbaguna, Selasa 16 November 2021.

Salah satu Cakades Paseban, Titis Ika Widiawati Paskarini menilai minimnya partisipasi perempuan dalam Pilkades dari sisi aspirasi masyarakat sebab antara desa satu dengan yang lainnya situasi dan kondisinya tidak sama. Namun, baginya setiap Perhelatan Pilkades seharusnya ada partisipasi perempuan sebab sejauh ini kepemimpinan perempuan banyak yang berhasil.

"Saya perempuan makanya saya harus memperjuangkan hak perempuan. Dan, sesuatu yang tidak dimiliki laki-laki adalah perempuan bisa menjadi bapak namun bapak belum tentu bisa menjadi ibuk. Makanya, pemerintah perlu menyampaikan ke masyarakat agar paling tidak setiap Pilkades di desa ada keterwakilan dari perempuan," katanya.

Meski dua pesaingnya laki-laki, Titis yang berprofesi guru ini mengaku tidak gentar meski diantara Cakades Desa Paseban dirinya adalah calon yang paling minim cost politiknya. Namun, meski menjadi guru sudah sejahtera dan damai. Tapi, Titis mengaku terpanggil untuk memperbaiki Desa Paseban ke depan.

"Selama bisa komunikasi aktif dengan masyarakat, saya tidak takut. Sejauh ini belum pernah ada Cakades atau Kepala Desa perempuan di Paseban, saya ini yang pertama kali mendaftar dan sempat ada insiden tidak diloloskan sehingga waktu itu sempat menggegerkan Kabupaten Jember," ungkap Titis.

Terkait kebiasaan Money Politik, Titis mengaku sudah menyampaikan kepada masyarakat tidak akan menggunakan cara tersebut, meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab bila Pilkades menghabiskan banyak, Titis yakin nantinya Kepala Desa terpilih akan memikirkan kembalian modal.

Selain Titis, Calon Kepada Desa lainnya, Naning Raniani mengatakan, minimnya keterwakilan perempuan dilihat dari sisi kesiapan, perempuan mana saja bisa mencalonkan bila siap menjadi pelayan masyarakat.

Naning mengaku tidak khawatir melawan pesainnya yang laki-laki, kata dia, selama menjalankan alur-alur sesuai jalur yang benar, tidak perlu ada yang ditakutkan. Bahkan, Naning mengaku pencalonannya kali ini untuk periode ketiganya.

Reporter: Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga