Kamis 06 Mei 2021

Oknum Dosen Cabul di Jember Akhirnya Masuk Jeruji Besi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Oknum dosen cabul RH saat dipamerkan Polres Jember waktu Pers Confrence, Doc: Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Oknum dosen cabul berinisial RH dari salah satu Universitas di Jember yang beberapa waktu lalu dibebas tugaskan akhirnya masuk jeruji besi setelah sebelumnya ditetapkan tersangka oleh Polres Jember pada hari Rabu 5 Mei 2021 kemarin.

Ditahannya RH disampaikan oleh Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika saat pers conference di Halaman Mapolres Jember, Kamis 6 Mei 2021 siang.

Kadek menjelaskan, RH melakukan pencabulan kepada anak berumur 16 tahun yang dilakukan tersangka di rumahnya sendiri. Ironisnya korban adalah masih keponakannya sendiri dan sejak kemarin sudah ditahan.

"Modus kejahatan yang dilakukan yakni dengan berpura-pura melakukan pengobatan terhadap korban terkait kanker payudara. Alasan itu dipakai tersangka untuk melakukan perbuatan cabul terhadap keponakannya sendiri," pungkas Kadek.

Barang bukti yang berhasil diamankan, sambung Kadek, diantaranya baju tidur bergambar doraemon milik korban dan ponsel berisi rekaman suara percakapan antara korban dengan tersangka menjadi penguat dan pelengkap terkait kejahatan pencabulan yang dilakukan tersangka.

"Dari bukti-bukti tersebut, oknum dosen itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum berikutnya," kata mantan Kasatlantas Polresta Banyuwangi itu.

Kadek juga menambahkan untuk tindak pencabulan yang dilakukan oleh tersangka RH dilakukan sebanyak dua kali di rumah tersangka karena korban tinggal di rumah tersangka.

"Keduanya sama-sama dilakukan di rumah tersangka sendiri. Kemudian untuk bukti rekaman percakapan, didapatkan dari aksi pencabulan kedua, yakni korban menaruh HPnya yang disembunyikan di bawah bantal, sehingga menguatkan bukti tindak pencabulan tersangka," jelasnya.

Hukuman yang diterapkan adalah Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun penjara dan maksimal 15 Tahun penjara. "Ancaman hukuman terhadap RH ini ditambah 1/3 dari ancaman (hukum yang diterapkan), karena korban merupakan anak asuhnya sendiri," ungkapnya.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga