Kamis 17 September 2020

NGO Perkasa Minta Pihak Berwenang Tindak Tegas E-Warung Terindikasi Langgar Pedum

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kiki Fitri Amalia perwakilan dari BNI saat menyanpaikan klarifikasinya, Doc: Pur/Publis

PUBLIS.ID, SITUBONDO - Setelah mengadukan E-Warung yang diduga melanggar Pedoman Umum (Pedum) ke Dinas Sosial (Dinsos) dan Bank BNI. Akhirnya, NGO Perkasa diundang Dinsos Situbondo, Kamis 17 September 2020.

Selain NGO Perkasa, Dinsos Situbondo juga menghadirkan pihak Bank BNI, TKSK Mlandingan, TKSK Arjasa, Camat Arjasa, Kepala Desa Sumberanyar dan Kades Lamongan, Danramil dan Kepolisian setempat serta pemilik E-Warung bersama beberapa KPM di dua desa dimaksud.

Pada pertemuan tersebut, PLT Kadinsos Situbondo Edi Wiyono mengatakan, bahwa acara pertemuan kali ini bukan audiensi melainkan upaya klarifikasi sekaligus silaturrahmi tentang adanya dugaan persoalan dua E-Warung di wilayah Arjasa dan wilayah Mlandingan.

"Maksud dan tujuan pertemuan ini sebagai upaya tindaklanjut akan dugaan persoalan dan pengaduan soal E-Warung termasuk supaya tidak ada lagi yang berani bermain-main dengan Bantuan Sosial (Bansos), bila ada oknum yang masih memanfaatkan program pemerintah Bantuan Sembako maka saya akan segera menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Edi.

Sementara itu, Ketua Perkasa Moh Sadik mengatakan bahwa soal E-Warung yang diduga bermasalah, sebelumnya dirinya telah menemui PLT Kadinsos dan Pihak BNI termasuk melaporkan secara administratif sesuai data dan bukti di lapangan.

"Kami berharap segera ada langkah konkrit berdasarkan pengaduan warga kepada NGO Perkasa, agar persoalan ini terselesaikan sesuai ketentuan yang ada. Sebab sama seperti disampaikan PLT Kadinsos, semuanya yang memutuskan Bank Himbara yakni BNI Situbondo," terangnya.

M. Sadik menyampaikan, E-Warung Jaya Barokah dan E-Warung Toko Rakyat sebelumnya sudah dilaporkan oleh TKSK ke ABB BNI dan Dinsos, selain keberadaannya tidak sesuai Pedum, juga menjual sembako berkualitas buruk

Bagian pemasaran Bank BNI, Kiki Fitri Amalia mengaku, terkait permasalahan ini awalnya tidak pernah ada koordinasi dengannya maupun pihak BNI dari pihak NGO Perkasa, "Saya mengetahui ketika diberitahu oleh pihak Dinsos," ucapnya.

Namun demikian, setelah mendengar penjelasan dari ketu Perkasa, lanjut Kiki, ternyata pihaknya sudah pernah koordinasi dengan wakil pimpinannya di BNI.

"Saya minta maaf pada NGO Perkasa mungkin saking dari sibuknya beliau sampai tidak sempat memberitahukan pada saya terkait koordinasi pemasalahan ini," ujar Kiki Fitri Amalia pada pertemuan klarifikasi di Lantai 2 Dinsos Situbondo. (Pur).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga