Minggu 26 Juli 2020

Negara Hukum Indikator Utamanya Penegakan Hukumnya

Oleh Redaksi, PUBLIS

PUBLIS.ID, JEMBER - Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berpendapat bahwa penegakan hukum menjadi salah satu indikator sebuah negara hukum. Semakin ditegakkannya hukum, maka wujud dari negara hukum semakin terasa.

Demikian kata wabup usai acara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60 di Universitas Jember, Senin, 20 Juli 2020. Oleh sebab itu, ketika penegakan hukum ini tidak bisa optimal, maka yang merasakan dampaknya adalah masyarakat. “Insya Allah, kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya, terutama dalam penegakan hukum di Indonesia,” ujar wabup kepada wartawan.

Peringatan HBA ke-60 itu sendiri diisi dengan penandatanganan kesepakatan bersama bidang hukum perdata dan tata usaha negara antara Universitas Jember dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Universitas Jember diwakili langsung oleh Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng. Sedang Kejari Jember diwakili Kepala Kejari (Kajari) Dr. Prima Idwan Mariza, SH., M.Hum.

Selain itu, acara itu diisi dengan peluncuran buku berjudul "Adhyaksa Penegakan Hukum dalam Perspektif Nilai Budaya, Historis, dan Kearifan Lokal” karya Kajari Jember. Terakhir, acara itu juga diisi bincang-bincang soal hukum dengan pemateri Kajari Jember sebagai praktisi dan Prof. Dr. Arief Amrullah, SH., M.Hum. sebagai akademisi.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyampaikan selamat Hari Bhakti Adhiyaksa ke-60. “Kami berharap, jajaran penegak hukum di Indonesia, khususnya kejaksaan, bisa terus tegar, berkreasi dalam rangka penegakan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Terpisah, Kajari Jember Prima menjelaskan, penandatanganan kesepakatan bersama antara Universitas Jember dengan Kejaksaan Negeri Jember bertujuan untuk saling menguatkan. Sementara dalam peluncuran buku menyampaikan hal berbeda, yakni penegakan hukum yang juga bisa dipengaruhi budaya setempat atau kearifan lokal.

“Bagaimana menciptakan aparat-aparat penegak hukum, khususnya jaksa yang paham dengan kearifan lokal setempat, budaya dimana dia ditugaskan,” ujarnya. Sedang dalam bincang-bincang hukum, lanjutnya, membicarakan budaya mempengaruhi hukum, penegakan hukum yang berkeadilan, dan hukum memenuhi rasa keadilan masyarakat. (*).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga