Rabu 20 Juli 2022

Musda KNPI Diduga Hanya untuk Kepentingan Pemilu

Oleh Redaksi, PUBLIS

Arif Ramdhani disamping kiri Bupati Hendy memakai baju putih lengan pendek, Doc: Screenshot unggahan akun AK Ramdhani

PUBLIS.ID, JEMBER - Informasi terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tanggal 30 Juli 2022 mendatang langsung mendapat penolakan keras dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Jember.


Penolakan GMBI Jember disampaikan langsung oleh Nahkodanya yaitu Nailil Hufron yang disampaikan melalui sambungan telephone kepada Publis.id, Rabu 20 Juli 2022.


Hufron menjelaskan bahwa KNPI adalah organisasi kepemudaan yang merupakan gabungan dari kelompok Cipayung, di sana ada HMI, IMM, dan lain sebagainya. Dan, organisasi ini bergerak di isu-isu sosial serta kemanusiaan, menyerap aspirasi masyarakat, melakukan kritik kepada pemerintah hingga pemberdayaan.


Jadi, kata dia, pemuda itu harus dijaga sebab sebagai ujung tombaknya. Oleh sebab itu, KNPI harus melibatkan semua organisasi kepemudaan. Apabila tiba-tiba melakulan Musda tanpa melibatkan organisasi kepemudaan lainnya maka secara tidak langsung telah menciderai visi misi KNPI sendiri.


"Tidak ada transparansi dan tidak ada niatan untuk membangun KNPI yang positif ke depan. Oleh karenanya, saya menolak adanya Musda tanggal 30 Juli nanti," tegas Hufron. Pihaknya menduga, Musda KNPI yang akan digelar beberapa Minggu lagi itu, hanya untuk mengakomodir kepentingan salah satu oknum di Pemilu Legislatif yang akan datang. Makanya, kata dia, hanya mengakomodir segelintir orang.


Sebenarnya, sambung Hufron, Musda yang akan datang itu hanya formalitas belaka sebab strukturnya sudah ada, "Setahu saya, Ketuanya dari HMI, Sekretaris dari GMNI, dan Bendahara dari KAMI, itu sudah klik dan ter-skenario dengan baik," ucapnya.


Menurutnya, dengan demikian jelas pelaksanaan Musda yang akan datang itu cacat formil. Makanya, nanti di forum pihaknya akan menuntut penolakan bahwa Musda tidak sah sebab hanya mengakomodir segelintir kelompok pemuda, "Kalau perlu nanti kami akan berkirim surat ke Polres agar menghentikan jalannya Musda," tegas Hufron. Pihaknya juga menyayangkan dengan sikap Pemkab dan Bakesbangpol yang turut terlibat dalam proses Musda yang akan datang.


Sebelumnya, salah satu media online memberitakan bahwa Bupati Jember telah menyiapkan Arif Ramdani untuk menahkodai KNPI menggantikan Bhisma Perdana. Bupati Hendy terlihat foto bersama dengan sejumlah pemuda yang mana salah satunya adalah Arif Ramdani, di sana juga ada Kepala Bakesbangpol Edy Budi Susilo.


Sementara itu, Arif Ramdani saat dikonfirmasi via telephone tidak mendapat jawaban. Namun, ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengaku sedang ada tamu.


Reporter: Fahmi

Publiser: Ammar

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga