Sabtu 11 September 2021

Merespon Pesatnya Aktifitas Ekonomi Digital, Prodi HES STAINH Situbondo Gelar Webinar 'Muamalah E-Commerce'

Oleh Redaksi, PUBLIS

Webinar dilakukan daring menggunakan Zoom, Doc: Rosi for Publis

PUBLIS.ID, SITUBONDO - Sebagai langkah untuk merespon pesatnya aktifitas ekonomi di era digital, Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) menyelengggarakan Webinar dengan tema “Muamalah E-Commerce” dengan menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Webinar ini digagas dan di inisiasi oleh pimpinan program studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) STAINH, Kapongan Situbondo, Sabtu 11 September 2021.

Ketua Program Studi HES Mustaqim Makki melalui sambutannya menyampaikan alasan acara webinar mengambil tema Muamalah E-Commerce. Kata dia, ini sebagai upaya merespon fenomena kekinian mahasiswa dan masyarakat luas dalam bertransaksi komersil di internet.

"Pada masa pandemi dan era digital aktivitas masyarakat dan mahasiswa khususnya, bertransaksi jual beli lebih memilih menggunakan platform aplikasi online yang menyediakan fitur lebih mudah daripada transaksi konvensional (Luring). Sebab memudahkan konsumen bertransaksi hanya menggunakan gadget. Disisi lain maraknya penipuan dalam dunia online, sehingga masyarakat perlu edukasi untuk memilih layanan komersial berbasis online," ujarnya kepada publis.

Menurut Makki, fenomena menjamurnya bisnis E-Commerce merupakan bagian dari berkembangnya Financial technology, karena itu perkembangan teknologi keuangan menjadi kajian penting untuk dipahami secara utuh dan menyeluruh.

"Acara Webinar seperti ini akan terus kita lakukan untuk mempererat jalinan kemitraan antar kampus perguruan Tinggi Islam serta sebagai langkah dalam menjawab segala persoalan kekinian di masyarakat khususnya berkaitan dengan kajian hukum ekonomi syariah. Hal ini merupakan bukti konkrit bahwa kampus sebagai pusat peradaban yang dekat dengan masyarakat,"jelasnya.

Dr. Imroatul Azizah, M.Ag salahsatu narasumber webinar dalam penjelasannya mengatakan, memilih platform yang menyediakan legalitas dan kualitas produk yang ditawarkan pada konsumen itu penting. "Jangan sampai kita terkecoh oleh permukaan produk dengan promosi yang mengiurkan, hingga pada akhirnya kita yang dirugikan," katanya.

"Revolusi pergerakan bisnis berbasis digital tentu ada plus dan minusnya. Kemudahan transaksi yang bisa kita track dari rumah tak selamanya selalu menguntungkan bagi konsumen. Ada juga dari pelaku bisnis “nakal” dan tak sesuai dengan yang dipromosikan," Tegas kepada peserta webinar

Narasumber kedua Nurul Inayah, SE, M.Si Dosen IAIDA Blokagung Banyuwangi menyampaikan pentingnya melek teknologi melihat maraknya transaksi jual beli berbasis online. Kata dia, jika ada pelaku bisnis yang wanprestasi, bisa diklaim ke pihak ketiga penyedia layanan untuk penyelesaian masalah. Karena pihak penyedia layanan yang terpercaya bisa memberikan sanksi tegas pada pelaku bisnis yang nakal.

"Karena itu, kita sebagai konsumen tidak perlu khawatir dalam melakukan jual beli online. Karena konsumen dilindungi oleh Undang-undang Konsumen No 8 tahun 1999," Pungkasnya

Sementara dosen STAINH, H. Faizul Abrori menerangkan bahwa pembahasan Webinar ini juga mengkaji perspektif hukum ekonomi Islam dengan pemaparan bagaimana tatacara jual beli yang harus amanah dan jelas akadnya. Setelah menjelaskan beberapa akad yang melekat pada produk komersial berbasis online, keputusan untuk memilih melakukan aktivitas e-commerce dikembalikan lagi pada pengguna.

Webinar ini diikuti oleh mahasiswa serta Dosen Lintas Kampus. Diantaranya peserta mahasiswa yang hadir dari UNISA Surabaya dan mahasiswa UNUGIRI (universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri) dan STAINH sendiri serta mahasiswa dari sejumlah kampus lainnya.

Reporter: F. Rosi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga