Kamis 06 Mei 2021

Merasa Lebih Baik Menjadi Alasan 9 Terduga Anggota PSHT Hajar 4 Pesilat Pagar Nusa

Oleh Redaksi, PUBLIS

Dua tersangka pelaku pengeroyokan anggota Pagar Nusa, Doc: Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Pelaku pengeroyokan 4 (empat) orang anggota Pagar Nusa di Kecamatan Bangsalsari oleh 9 (sembilan) orang pelaku yang diduga berasal dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilakukan dengan alasan karena "merasa lebih baik daripada yang lainnya".

Demikian disampaikan Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika saat pers confrence di Halaman Mapolres Jember, Kamis 6 Mei 2021.

"Alasan meminta melepas atribut perguruan Pagar Nusa karena mungkin merasa perguruannya lebih daripada perguruan lainnya. Yang lain dianggap dibawahnya, sehingga menganggap tersangka ditempat kejadian merupakan yang lebih baik," ujar Kadek.

Kompol Kadek melanjutkan, kejadiannya pada tanggal 17 April 2021, tempat kejadian di Bangsalsari, dan korbannya ada 4 (empat) orang. Tersangka yang berhasil diamankan 2 (dua) orang berinisial G dan AR. Kompol Kadek Ary Mahardika menduga kedua orang ini merupakan anggota pesilat PSHT.

BACA JUGA: "Pengeroyokan 4 Anggota Pagar Nusa, Polres Jember Hanya Meringkus 2 Pelaku"

Saat kejadian, sambung Kadek, korban ada di lokasi, salah satu dari keempat korban menggunakan atribut Pagar Nusa. Oleh tersangka atributnya diminta untuk dibuka, namun korban tidak bersedia.

"Sehingga saat itu dua tersangka dan 7 (tujuh) tersangka lainnya yang masih DPO melakukan tindak pidana pengeroyokan sehingga mengakibatkan korban terluka, tersangka diamankan tanggal 1 Mei 2021 oleh anggota Satreskrim Polres Jember di Bangsalsari," jelas Kompol Kadek. 

Guna mencegah agar tidak terjadi kejadian serupa, Polres Jember dan Pemerintah Daerah sudah mengundang rekan-rekan perguruan silat di Kabupaten Jember dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Untuk melakukan komitmen agar tidak ada tindakan perilaku melawan hukum maupun tindakan yang saling bersinggungan antar perguruan silat," pungkasnya.

Kadek menegaskan bahwa Polres sudah melakukan upaya-upaya dengan mempertemukan antar perguruan silat dengan harapan ke depan hal seperti ini tidak akan terulang kembali.

"Untuk upaya lainnya, Polres akan terus berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) dalam rangka menciptakan Kamtibmas. Dan, terkait 7 (tujuh) orang DPO, kami sampai hari ini masih lakukan upaya-upaya penyelidikan sesuai dengan penyelidikan yang kami miliki," ungkap Kadek mengahiri.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga