Jumat 31 Juli 2020

Merasa Ditipu, Penyuplai Telur di Situbondo Laporkan Oknum E-Warung ke Polres

Oleh Redaksi, PUBLIS

Khosin saat melaporkan ke Polres Situbondo, Doc: Rozy/Publis.id

PUBLIS.ID, SITUBONDO - Korban dugaan penipuan oleh salah satu keluarga pemilik Agen E-Warung di Kecamatan Asembagus didampingi LSM Pergerakan Kesejahteraan Anak Bangsa (Perkasa) melaporkan masalahnya ke Polisi Resort (Polres) Situbondo, Kamis 30 Juli 2020.

Dugaan penipuan berawal dari warga bernama Khosin (47 th) bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Asembagus Badri mengadukan masalahnya kepada Ketum LSM Perkasa M. Sadik Selasa Malam (29/04/20). Khosin menceritakan Kronologi masalah yang dialaminya bahwa telah ditipu oleh Pemilik Agen E-Warung berinisial ABL.

Kemudian, LSM Perkasa mendampingi Khosin mendatangi Mapolres Situbondo untuk membuat laporan. Laporannya diterima dengan Nomor LP: STTLM/329/VII/RES.1.11/2020/JATIM/RES SITUBONDO. Kepada media, Khosin menyampaikan bila ABL tidak kunjung beritikad baik. Padahal, dirinya sudah cukup bersabar dengan alasan ABL.

"Awalnya, ABL memiliki E-Warung yang diberi nama An.Rina, di Desa Kertosari Kecamatan Asembagus dan ABL membeli telur kepada saya dengan cara mengambil barang terlebih dahulu sementara untuk pembayarannya disepakati akan dibayar dalam jangka waktu 5 hari usai penyaluran BSP," ujar Khosin.

Diketahui, Agen E-Warung merupakan tempat penyaluran Bantuan Sosial Pangan (BSP) dari pemerintah. Warung yang ditunjuk, sudah dilakukan uji kelayakan dari Perbankan sehingga mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial. Kata Khosin, sebagai toko atau agen penyalur bantuan, ABL telah mendistribusikan dan menjual seluruh pembelian telur darinya. Namun, ABL enggan membayar, dirinya menduga telah ditipu oleh ABL sebab selalu berjanji tapi tidak ditepati.

Semula kerjasama jual beli ini berjalan lancar hingga 4 kali penyaluran. Namun, pembelian dan penyaluran yang kelima kalinya tertanggal 12 Juli 2020, pihak ABL tidak membayar uang sebesar Rp.13.042.500 dengan jumlah pembelian telur seberat 555 Kg".

"Saya sudah berkali-kali menagih keuangan yang belum dibayar oleh ABL tetapi pihaknya hanya berjanji dan sampai saat ini ABL tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaanya," ujarnya. Khosin berharap ABL kooperatif kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan segera membayar tunggakannya, ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada APH untuk menindaklanjuti hingga tuntas.

TKSK Kecamatan Asembangus, Badri membenarkan bahwa Khosin menyuplai telur ke sejumlah agen se-Kecamatan Asembagus melalui ABL sebagai penanggung jawab. Kata Badri, dirinya sempat bertanya ke agen E-Warung, rupanya mereka sudah membayar kepada ABL, sehingga itu sudah diluar tanggung jawabnya sebagai TKSK.

Sementara itu, ketua LSM Perkasa, M Sadik menyampaikan bahwa pihaknya menerima pengaduan dari saudara Khosin terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh ABL dan telah melihat dan mengkaji sejumlah data dan bukti nota yang dimiliki Khosin.

"Seharusnya pihak ABL merasa malu melakukan dugaan tindakan penipuan dimaksud, sebab Agen E-Warung informasinya bagian dari pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial sebagai pemberi rekomendasi dan pihak Perbankan sebagai uji kelayakannya," jlentrehnya.

M. Sadik mengaku kapasitasnya sekedar mendampingi Khosin untuk mengadukan kasusnya ke Polres Situbondo. Selebihnya, M. Sadik memasrahkan prosesnya kepada APH untuk ditindaklanjuti, "Selanjutnya kami juga akan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang dugaan persoalan yang dilakukan oknum E-Warung ini," janji Bang Sadik, sapaannya. (ARZ).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga