Jumat 28 Agustus 2020

Menyongsong Kemenangan Calon Perseorangan di Pilkada Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

dr. Faida saat menerima berkas dukungan yang dinyatakan sah oleh KPU Jember di Hotel Aston, Dok. Fahmi/Publis.

Saat ini kita melihat bahwa kepercayaan publik terhadap Partai Politik kian merosot, menurut Pengamat Politik sekaligus Peneliti Indo Survey & Strategy dan Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, menurunnya kepercayaan publik akibat kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang merupakan representasi dari Partai Politik.


Skandal 'Papa Minta Saham', konflik politik antar fraksi dan anggota, Pansus KPK, hingga keterlibatan petinggi Parpol pada kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) Wahyu Setiawan.


Selain itu, ada kasus 'Kardus Durian' yang menyeret nama ketua umum parpol. Bahkan, isu kepala daerah maupun presiden yang dikendalikan oleh parpol juga menjadi salah satu penyebab turunnya kepercayaan publik kepada parpol, sebagaimana yang diungkapkan oleh pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin bahwa para ketua umum partai politik yang memiliki kursi di DPR-RI telah mengendalikan Indonesia. Sementara itu, ia menilai para anggota DPR yang bertarung di Senayan hanyalah pion-pion.


Beragam informasi dari televisi, media online, cetak serta media sosial, membuat publik kian selektif dalam memilih. Parpol bukan lagi menjadi pertimbangan untuk memilih dalam pemilihan umum, melainkan figur. Pilkada Jawa Timur tahun 2018, Khofifah - Emil berhasil menyingkirkan Gus Ipul - Puti Soekarno yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Padahal, Jawa Timur dikenal basisnya kaum Nahdliyin (NU) atau PKB, demikian pula dengan PDIP di Blitar.


Pilkada tahun 2020 Kabupaten Jember, pasangan Faida-Vian dari jalur perseorangan sepertinya akan menang dengan mudah. Pasalnya, selain elektabilitas Faida yang belum terkalahkan dari Bakal Calon Bupati lainnya, juga belum ada Bacabub yang mengalahkan popularitas Faida. Pemilih dari wilayah pinggiran Jember lebih mengenal sosok Faida dibanding calon lainnya yang terdengar asing, ini sudah menjadi modal utama bagi Faida-Vian untuk meletakkkan satu langkah kakinya sebagai pemenang.


Kedua, ketakutan Partai Politik melawan petahana adalah bukti bahwa calon perseorang di Pilkada Jember ini sulit tertandingi. Sementara rencana untuk menggabungkan 11 Parpol agar terjadi head to head sulit diwujudkan, egoisme parpol dan ideologi serta kepentingan Pemilu 2024 kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan Parpol.


Mesin Parpol sepertinya kalah kuat dengan modal kepemimpinan sosial yang dibangun oleh dr. Faida selama memimpin Jember. Tidak semua parpol memiliki pengurus ranting di tingkat desa, meski ada pun terkadang hanya sebatas nama atau ada orangnya namun kiprahnya di desa minim. Kalah dengan Sopir Ambulance, meski Sopir Ambulance bukan mesin pemenangan dr. Faida, namun dapat dipastikan akan mendukung dr. Faida kembali terpilih di periode kedua sebab program Ambudes ada sejak dr. Faida memimpin Jember.


Gaya kepemimpinan pro kalangan bawah dengan programnya kepada lansia, disabilitas serta kaum dhuafa akan menjadikannya tidak terlupakan bagi mereka yang menerimanya. Apalagi, program operasi katarak yang dimulainya sejak sebelum menjadi bupati, nikmat bisa melihat dengan sempurna tidak akan bisa ditukar dengan uang 100 ribu, belum lagi program beasiswa yang sudah ribuan anak Jember yang menerimanya, segelintir mungkin masih mungkin akan memilih calon lainnya, namun mereka yang dari kalangan tidak mampu, yang mustahil bisa mengenyam bangku kuliah, kemungkinan bakal berada di garda terdepan mendukung Faida.


Sejauh ini, Partai Politik sudah memberikan rekomnya ke Bakal Calon Bupati Jember, diantaranya Hendy - Gus Firjaun direkomendasi oleh Partai Demokrat, Djoko Susanto direkomendasi oleh Partai Gerindra, Ifan direkomendasi oleh Partai Golongan Karya (Golkar). Dan, hari ini Jum'at 28 Agustus 2020, Abdus Salam yang digadang-gadang akan direkomendasi PDIP rupanya masih isapan jempol belaka sebab PDIP tidak membacakan rekomendasinya untuk Jember. 


Kabar terbaru, Abdus Salam akan bergandengan dengan Ifan Ariadna, sementara Djoko Susanto kabarnya bakal menggandengan Gus Mamak, sebagaimana pengakuannya ke media.


Seaindanya ketiga calon dipastikan maju ditambah calon perseorangan, maka kontestasi Pilkada 2020 ini akan mempermudah dr. Faida kembali terpilih sebagai Bupati Jember. Tinggal menunggu sampai tanggal 06 September nanti, untuk melihat kepastian siapa saja yang akan bertarung di Pilkada Jember.



Ditulis oleh:

Robith Fahmi, M.Pd

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga