Senin 15 Maret 2021

Mempertanyakan Keberadaan Puluhan Juta Dana BUMDes Desa Purwoasri Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kantor Desa Purwoasri, Doc: Robith Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember patut dipertanyakaan keberadaannya.

Sebab informasi yang diterima Publis.id, dana senilai Rp. 30.500.000 tahun anggaran 2020 yang sudah dicairkan oleh Bendahara dan Kepala Desa tidak pernah diterima pengurus BUMDes.

Sementara untuk anggaran 2019 senilai Rp. 74.000.000 ditambah sisa anggaran tahun 2018 total Rp. 84.000.000 digunakan untuk usaha penggemukan sapi.

Data yang diterima Publis, sapi tersebut diternakkan ke warga dan sudah laku terjual. Namun, hasil penjualan belum terlihat wujudnya, pengurus BUMDes juga belum menerima hasil penjualan.

Kepala Desa Purwoasri, Syaiful Bahri saat dikonfirmasi via telephone mengatakan bahwa dirinya akan menggantinya. "Hari Kamis ini, akan saya bayar semua. Totalnya Rp. 30.500.000, sampean menghadap saja ke saya di Kantor Desa," ujar Syaiful.

Setelah berusaha konfirmasi ke kantornya, Syaiful Bahri justru pelit bicara, dia kembali beralibi terkait dana BUMDes akan dikembalikan hari Kamis mendatang.

Ditemani Sekretarisnya, Syaiful Bahri menyalahkan wartawan karena terlalu banyak bertanya, "Di sini banyak wartawan dek tapi tidak tanyak sembarang-sembarang dek, kalau minta bensin tinggal bicara," ucapnya.

Sekretaris Desa Purwoasri, Sujak turut menjelaskan, dia berkilah terkait Dana BUMDes sudah dimusyawarahkan.

"Di situ sudah ada solusi bahwa Pak Kades siap untuk memberi intinya seperti itu karena semua sudah sepakat, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan semuanya," terangnya.

Sujak menegaskan bahwa sebenarnya persoalan tersebut seharusnya menjdi tanggung jawab Ketua Bumdes karena sudah menjadi tugasnya.

Kembali ke Syaiful Bahri, ia mengatakan untuk Anggaran BUMDes 2017-2018 usahanya bangkrut. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail penyebab kebangkrutannya.

Syaiful Bahri menjelaskan, tahun anggaran 2019 yang digunakan untuk penggemukan sapi mendapatkan hasil Rp. 14.000.000. Tapi, ia kembali beralasan pihak pembeli belum membayar.

Reporter: Robith
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga