Jumat 08 Januari 2021

Mark Zuckerberg Hapus Pernyataan Donald Trump dari Facebook

Oleh Redaksi, PUBLIS

Foto Mark Zurkerberg diambil dari laman facebooknya.

PUBLIS.ID, JAKARTA - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menghapus semua pernyataan Donald Trump terkait klaim kemenangannya dan berupaya menggagalkan kemenangan Joe Biden, Jum'at 7 Desember 2020.

Lewat laman fanspagenya, Mark mengatakan, peristiwa mengejutkan selama 24 jam terakhir menunjukkan bahwa Donald Trump bermasuk menggunakan sisa waktu di kantor untuk melemahkan transisi kekuasaan yang damai dan halal bagi penerus terpilihnya, Joe Biden.

Menurut Mark, keputusan Trump menggunakan platform untuk merendahkan daripada mengutuk tindakan pendukungnya di gedung Capitol telah benar-benar mengganggu orang-oranf di AS dan seluruh dunia.

"Kami menghapus pernyataan-pernyataan ini kemarin karena kami menilai efek mereka dan kemungkinan tujuan mereka akan memprovokasi kekerasan lebih lanjut," ujar Mark.

Mengikuti sertifikasi hasil pemilu oleh kongres, prioritas bagi seluruh negara kini memastikan bahwa sisa 13 hari dan hari setelah pelantikan berlalu dengan damai dan sesuai dengan norma demokratis yang telah ditetapkan.

"Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengizinkan presiden Trump untuk menggunakan platform kami sesuai dengan aturan kami sendiri, kadang-kadang menghapus konten atau memberi label postingannya ketika melanggar kebijakan kami," kata Mark.

Facebook melakukannya karena percaya bahwa publik memiliki hak atas luasnya akses ke pidato politik, bahkan pidato kontroversial. Tetapi konteks saat ini berbeda secara fundamental melibatkan penggunaan platform facebook untuk menghasut pemberontakan kekerasan terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Mark percaya resiko membiarkan presiden terus menggunakan layanan facebook terlalu besar. Oleh karena itu, facebook memperpanjang blok yang telah diletakkan di akun facebook dan instagramnya tanpa batas waktu dan setidaknya selama dua minggu ke depan sampai transisi kekuasaan damai selesai.

Perlu diketahui, bahwa Trump menolak atas kekalahannya dari Joe Biden. Dia memprovokasi pendukungnya bila telah dicurangi, Trump juga memprovokasi pendukungnya untuk memberhentikan kongres kemenangan Joe Biden sehingga berakibat tewasnya seorang perempuan di gedung Capitol. (*).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga