Selasa 13 Juli 2021

Mandi di Kali Jompo, Begini Cerita Masa Kecil Bupati Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Bupati Jember Hendy Siswanto saat hadir di acara PWJ, Doc: istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Bupati Jember Hendy Siswanto hadir di acara "Jagongan Asyik" yang diselenggarakan Perserikatan Wartawan Jember (PWJ) dan disiarkan langsung melalui live Youtube serta media sosial facebook pada Senin malam, 12 Juli 2021.

Acara yang dipandu oleh Kustiono Musri dan Rio tersebut, Bupati Jember Hendy datang menyapa masyarakatnya mengenakan hem putih dan celana abu-abu.

Kustiono atau akrap disapa Cak Kus mengatakan bila Bupati Hendy seumuran dengannya, lantas ia bertanya apakah seorang Hendy semasa kecilnya biasa mandi di sungai sebab rumah Hendy di Kampung Ledok berdekatan dengan sungai Jompo.

"Jadi begini Cak Kus dan Mas Rio, saya ini asli lahir di Kampung Ledok sekarang ini jalan Sultan Agung, gang IX dan sampai sekarang rumah saya di situ, separoh rumah saya dan separohnya lagi rumah orang tua," ujar Hendy.

Bahkan, kata Hendy, tali pusarnya sampai hari ini ditanam di sana. Makanya, ia bertekad sebagai kelahiran Jember akan pergi dari dunia ini dari tanah Jember. Dan, setelah sekian tahun keliling ke mana-mana, Hendy merasa Jember perlu sentuhan orang asli Jember.

Orang nomor satu di Kabupaten Jember ini lantas menceritakan masa kecilnya, kata dia, sungai Jompo dulu airnya bersih. Sementara Jember sendiri memiliki dua sungai, pertama Jompo dan kedua Bedadung, namun demikian ia tidak boleh mandi di sungai oleh orang tuanya.

Sama seperti anak kecil lainnya, "Agak nakal, jadi dibelakang Kampung Ledok itu ada jembatan dan tingginya dari permukaan air kira-kira 8 (delapan) meter, saya lompat dari atas kalau kata anak-anak dulu kenter-kenteran," kenang Hendy.

Semisal diberi uang oleh orang tua, Hendy mengaku saat itu digunakan untuk menyewa ban. Namun, bila tidak ada terpaksa menggunakan gedebok (pohon pisang). Cak Kus menyela penjelasan Hendy, ia bertanya apakah ketika mandi di sungai dengan telanjang atau tidak.

Rupanya, Hendy kecil menggunakan celana pendek namun sering melorot sebab karetnya agak kendor, "Pas mandi saat itu airnya kencang, jadi mandi berenang ke pinggir, tiba-tiba celana saya hilang," ucapnya sambil tertawa.

Saat itu, lanjut Hendy, dirinya diketahui oleh orang tuanya bila berbohong, teman-temannya menyampaikan ke ibunya bila celananya hanyut. Ibunya lantas membawakan celana sambil membawa kemucing, "Asli kita hidup di kampung meski di tengah kota," katanya mengenang masa kecilnya.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga