Senin 04 Juli 2022

LISTRIK NAIK, Ini Daftar Tarif Listrik PLN Terbaru per Juli 2022 untuk Golongan Non-Subsidi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi PLN.

PUBLIS.ID, JAKARTA - Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menaikkan tarif listrik non-subsidi per 01 Juli 2022. Kenaikan tarif listrik ini berlaku untuk daya di atas 3.500 VA.


Melalui laman resminya, PLN telah merilis daftar harga tarif listrik terbaru setelah naik sejak 01 Juli 2022.


Lantas, berapa harga tarif listrik per kWh setelah naik sejak 01 Juli 2022 kemarin? Kenaikan tarif listrik ini memang ditetapkan berbeda-beda tergantung golongan.


Adapun kenaikan ini tarif listrik ini dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan, di mana kompensasi diberikan hanya kepada masyarakat yang berhak, sementara masyarakat mampu membayar tarif listrik sesuai keekonomian.


Berikut ini adalah daftar harga tarif listrik terbaru tahun 2022:


Rumah Tangga

  • Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352 per kWh.
  • Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.699,53 per kWh.
  • Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.699,53 per kWh.


Bisnis

  • Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.


Industri

  • Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
  • Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh.


Pemerintah

  • Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.699,53 per kWh.
  • Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.522,88 per kWh.
  • Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.699,53 per kWh.


Layanan Khusus

  • Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh.


Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut, sejak tahun 2017 tidak pernah ada kenaikan tarif listrik untuk seluruh golongan. Dengan tidak adanya kenaikan tarif listrik, menurutnya pemerintah telah menggelontorkan subsidi listrik sebesar Rp 243,3 triliun dan kompensasi sebesar Rp 94,17 triliun sejak tahun 2017 hingga 2021.


Selama subsidi listrik berjalan, masyarakat mampu dengan daya listrik di atas 3.500 VA ke atas, ikut menerima kompensasi. "Apalagi pada tahun ini kita menghadapi gejolak global yang mengakibatkan kenaikan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik."


"Setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 1 USD, berakibat kenaikan BPP sebesar Rp 500 miliar." Total kompensasi yang diterima untuk golongan tersebut mencapai Rp 4 (empat) triliun.


Apalagi pada tahun ini kita menghadapi gejolak global yang mengakibatkan kenaikan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 1 USD, berakibat kenaikan BPP sebesar Rp 500 miliar. "Sehingga pada tahun 2022 saja, diproyeksikan Pemerintah perlu menyiapkan kompensasi sebesar Rp 65,9 triliun," ungkap Darmawan mengakhiri pembicaraan.


Reporter: Ammar

Publisher: Ammar

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga