Selasa 21 Desember 2021

Lalui Langkah Restorasi, Perempuan Hamil dengan Tiga Anak Akhirnya Bebas dari Tuntutan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zullikar Tanjung, SH., MH., beserta jajaran.

PUBLIS.ID, Jember – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menjalankan langkah hukum melalui keadilan restoratif (restorative justice) yang membuat seorang perempuan hamil dengan tiga anak bebas dari tuntutan tindak pidana.


Adapun maksud dari prinsip keadilan restoratif adalah pemulihan kepada korban akibat tindak pidana dengan jalan memberikan ganti rugi kepada korban, perdamaian, pelaku melakukan kerja sosial, maupun kesepakatan-kesepakatan lainnya.


Ririn Handayani, asal Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa adalah perempuan yang menjadi pelaku tindak pidana tersebut. Sebelumnya ia harus merasakan ruang tahanan akibat tindak pidana yang dilakukannya pada bulan September 2021 yang lalu.


Awalnya, Rohliana Candra Dewi, selaku korban kehilangan sebuah ponsel dan uang sebesar Rp. 700 ribu (tujuh ratus ribu rupiah) yang diletakkan di meja rumahnya yang tak terkunci. Korban mengaku sempat melaporkan tersangka ke polisi yang akhirnya membuat tersangka ditahan, namun perangkat Desa Arjasa memiliki empati yang sangat kuat karena tersangka merupakan seorang ibu hamil yang memiliki 3 (tiga) orang anak yang masih kecil. 


“Saya mendapat info bahwa yang bersangkutan (tersangka) tengah hamil. Di tahanan, hamilnya semakin besar. Saya sebagai perempuan ada rasa kasihan. Akhirnya saya memaafkan,” tutur Rohliana Candra Dewi,.


Dorongan untuk memaafkan juga didasari ajaran Islam, bahwa memaafkan itu perbuatan mulia. “Allah saja mau memaafkan makhluknya, masak kita mahluk-Nya tidak mau memaafkan,” lanjutnya.


Ririn Handayani usai menerima berkas penghentian perkara melalui keadilan rostoratif pada Selasa, tanggal 21 Desember 2021, mengaku lega dan bersyukur masalah yang dihadapinya bisa selesai.


“Alhamdulillah Bu Candra sudah memaafkan semua perbuatan saya. Ibu Candra berhati besar memaafkan semua perbuatan dan kekhilafan perbuatan saya,” katanya di Kejari Jember. 


“Saya berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan itu lagi. Ini adalah pertama dan terakhir dalam hidup saya,” imbuh perempuan hamil dengan tiga anak tersebut. Ia pun mengaku proses hukum melalui keadilan restoratif yang dijalaninya berjalan lancar berkat kerja keras dari jaksa.


Karena itu, Ririn Handayani menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kejari Jember yang telah membantunya dalam mediasi perdamaian. 


Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zullikar Tanjung, SH., MH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Rohliana Candra Dewi yang telah memaafkan tersangka. “Selain sebagai sesama perempuan, korban berpedoman bahwa orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah perbuatan sangat mulia di hadapan Allah,” ungkap Kajari. 


Apresiasi itu juga untuk keputusan Rohliana Candra Dewi yang mau memaafkan dan melakukan perdamaian tanpa meminta pengembalian kerugian yang dialaminya. Lebih jauh Kajari mengungkapkan bahwa tersangka melakukan tindak pidana akibat kesulitan ekonomi pada masa pandemi. “Tersangka mempunyai tiga anak dan dalam kondisi hamil. Dia melakukannya karena terpaksa,” tutup Kajari mengahiri.


Sumber: Rilis Kejari Jember

Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga