Senin 23 Januari 2023

Kuasa Hukum Korban Dugaan Penggelapan Dana Renovasi Rumah Harap Proses Hukum Tidak Jalan Ditempat

Oleh Redaksi, PUBLIS

LP Dwi Hartiningsih ke Polres Jember

PUBLIS.ID, JEMBER -, Nasib kurang beruntung dialami Dwi Hertiningsih warga jalan Raden Patah Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates ketika hendak merenovasi rumahnya yang lain di jalan Jawa Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari tak kesampaian.

Dana puluhan juta rupiah yang sudah diserahkan kepada dua oknum kontraktor kini tak jelas, renovasi rumahpun hanya dikerjakan kurang lebih 20% dari yang sudah disetorkan sebesar Rp 94.600.000 (sembilan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah).

Kuasa Hukum korban, Ihya Ulumiddin, SH kepada media mengungkapkan bahwa dirinya ditunjuk untuk mendampingi proses pelaporn dugaan penggelapan dana renovasi rumah yang dilakukan dua oknum kontraktor tersebut.

"Sebenarnya bu Wiwin sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Jember pada Jum'at tanggal 25 November 2022 dengn no   LP-B/426/XI/2022/SPKT.SATRESKIM/POLRES JEMBER/POLDA JATIM, " ujarnya.

Masih kata Udik sapaan akrabnya, pelapor juga sudah  dilakukan pemeriksaan diruangan Tipiter. "Korban sebenarnya sudah beruapaya aktif menghubungi kedua kontraktor tersebut namun malah nihil hasilnya," katanya.

Malahan lanjut Udik, ada toko bangunan yang dijadikan tempat transaksi abal-abal oleh salah satu Terlapor.

"Padahal faktanya tidak ada transaksi material bangunan di toko tersebut di daerah Mimbulus dan pemilik toko bangunan siap untuk dijadikan saksi karena memang tidak mengenal dan tidak ada transaksi secara nyata olah salah satu Terlapor tersebut," jelasnya.

Tak hanya kerugian secara materiil saja, pihak korban masih kata Udik saat ini menyewa rumah di daerah Tegal Besar yang membutuhkan dana tidak sedikit belum lagi pernah dikomplain dan didemo warga sekitar rumahnya karena amaterial yang menghalangi jalan di sekitar rumahnya yang direnovasi.

"Sebenarnya pihak pelapor atau korban sederhana, minta dana yang sudah disetor kepada kedua Terlapor dikembalikan yakni Rp 72 juta, kasus tak akan berlanjut, namun karena kedua Terlapor yang tak kooperatif ya terpaksa jalur hukum yang ditempuh," Bebernya.

Udik berharap pihak kepolisian khususnya pnyidik yang memeriksa kasus ini agar tetap fokus dan tidak jalan ditempat, saksi siap dihadirkan.

"Sekali lagi saya sampaikan ini bukan pencemaran nama baik lho ya faktanya seperti apa yang ada. Ada korban ada kerugian. Dan saya yakin atensi Kapolri Jendral Sigit untuk petugas kepolisian yang bertugas dibawah untuk memproses setiap pelaporan yang masuk hingga tuntas demi nama baik kepolisian yang sempat "Terkoyak" Atas tiga kasus besar korps Bhayangkara saat ini, Kita tetap dukung kepolisian menjadi lebih baik,"pungkasnya.

Sumber: Rilis

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga