Kamis 20 Mei 2021

Kian Mengkhawatirkan, Sekelompok Debt Collector Aniaya Warga Jember di Rumahnya

Oleh Redaksi, PUBLIS

Dhofir saat menunjukkan LP usai melaporkannya ke Polres Jember, Doc: Tahrir for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Aksi Debt Collector di Jember kian mengkhawatirkan, tidak hanya mengambil paksa kendaraan. Kali ini, warga Dusun Krajan, Desa Krangsono, Kecamatan Bangsalsari, Dhofir dibuntuti sekelompok Debt Collector hingga ke rumahnya.

Kamis 7 Mei 2021, sekitar pukul 15.00, Dhofir mengendarai mobil Xenia putihnya dari Tanggul hendak pulang. Di perjalanan, ia mulai curiga dengan beberapa orang yang mengendarai roda dua terus membuntuti dari belakang.

Sampai di jalan sepi, lanjut Dhofir, sekelompok Debt Collector yang mengaku dari salah satu perusahaan Leasing ini mepet mobilnya sambil menggedor pintu mobil, "Saya disuruh minggir, kemudian saya berhenti," ujar Dhofir kepada sejumlah wartawan, Kamis 20 Mei 2021.

Setelah mobilnya menepi, sambung Dhofir, Debt Collector itu langsung menghadangkan sepeda motornya. Ia bertanya secara baik-baik kenapa Debt Collector itu menggedor pintu mobilnya, "Kalau ada kepentingan dengan saya monggo mampir ke rumah, kita bicarakan baik-baik," terangnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, karena dalam situasi ditempat yang rawan dan takut terjadi hal-hal yang mengancam keselamatannya, korban memaksa terus melanjutkan perjalanan.Namun ketiga orang tersebut tetap saja menghadang perjalananya.

"Saya tetap memaksakan diri tidak mau turun. Ketika saya ngotot dia tetap menghadang saya.Tidak lama kemudian dia mengalah dengan mengundurkan kendaraan dan saya dikasih jalan.Selanjutnya saya berjalan dia membuntuti saya sampai di rumah," ujar Dhofir.

Setibanya di rumah, Dhofir mempersilahkan kawanan Debt Collector masuk dan salah satu di antara mereka enggan masuk, diam di depan rumah. Kata Dhofir, mereka terus memaksa agar mobil diserahkan kepada mereka. Alasannya, kendaraan tersebut sedang bermasalah dengan pihak perusahaan Leasing.

Anehnya, saat Dhofir menanyakan identitas atau tanda pengenal seperti surat tugas dari perusahaan leasing maupun legalitas surat-surat lainnya. Mereka tidak bisa menunjukkan identitas dan surat yang dimaksud. "Tiba-tiba satu orang yang di luar masuk rumah dan langsung ngomel-ngomel dengan bahasa yang tidak nyaman didengar. Sebagai pemilik rumah, saya merasa terganggu dengan keberadaan dan ulah mereka," pungkas Dhofir.

Akhirnya, kata Dhofir, terang-terangan mengatakan kepada mereka bahwa mereka sudah bersikap tidak sopan, "Ini rumah saya, hak saya, sampean silahkan keluar dari rumah saya," ucap Dhofir. Setelah diusir oleh Dhofir, terjadilah cek cok dan Ia memaksanya agar keluar dari rumahnya.

"Saya paksa keluar pakai tangan dia langsung mendorong saya, akhirnya terjadilah pertengkaran. Karena saya diserang dan ingin membela diri, saya didorong hingga terjatuh mengenai kursi. Punggung saya mengalami luka-luka, tangan serta leher memar," ungkap Dhofir.

Mendengar ada keributan di dalam rumah, keluarga Dhofir kaget dan keluar ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Tidak lama kemudian, Debt Collector itu pergi begitu saja tanpa permisi. "Karena saya merasa menjadi korban. Malam itu juga saya minta perlindungan ke Mapolres Jember dan juga melaporkan terkait kejadian di rumah saya. Dengan pembuktian visum rumah sakit, saya melaporkan mereka atas dugaan penganiayaan," katanya.

Reporter: Tahrir/ Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga