Kamis 02 September 2021

Khofifah Pantau PTM dan Vaksinasi Bersama Bupati Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Gubernur Jatim bersama Khofifah, Doc: Fahmi for Publis

PUBLIS.ID, JEMBER - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memantau langsung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan vaksinasi di UIN KHAS Jember bersama Bupati Hendy Siswanto di beberapa sekolah, salah satunya di SMKN 5, Kecamatan Sukorambi pada hari Kamis 2 September 2021.

Khofifah juga melakukan dialog secara virtual bersama sekolah-sekolah lain di kabupaten se-Jawa Timur (Jatim) yang berlangsung di Aula SMKN 5 Jember. Ia mengaku sudah koordinasi dengan Kementerian agar Pemprov Jatim lebih banyak dikirim vaksin yang bisa digunakan untuk remaja atau anak umur 12 tahun sampai dengan usia 17 tahun.

Memaksimalkan di segmen tersebut, kata dia, untuk mendukung percepatan vaksinasi di kalangan pelajar agar pembelajaran PTM terus berjalan di kabupaten dan kota di Jawa Timur. “Alhamdulilah, kemarin sore kami kirim Sinovac dalam jumlah relatif besar dibanding dengan merek lainya,” jelas Khofifah.

Ia menyampaikan bahwa vaksin yang dikrim ke Pemprov Jatim sudah ketiga kalinya dan sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota di Jatim.
“Ini sudah ketiga kali kita melakukan vaksinasi serentak, baik secara langsung maupun secara virtual dengan kabupaten kota lainnya. Dan saat ini kebetulan kami hadir memantau langsung di Kabupaten Jember ini,” kata mantan Mensos ini.

Khofifah berkata, pernah menyelenggarakan vaksinasi serentak melalui virtual dari Mojokerto. Kedua, melakukan vaksinasi melalui virtual di Sidoarjo, dan hari ini vaksinasi serentak dilakukan virtual dari Jember. “Maka tadi melalui virtual itu juga ikut ada yang dari Jember, Bojonegoro, ada yang dari Probolinggo juga mengikuti dialog virtual,” ungkapnya.

Pembelajaran tatap muka, sambung Khofifah, saat ini masih dilakukan secara terbatas dan bertahap sesuai Inmendagri No. 35, lalu direvisi yang baru ini Inmendagri No. 38 boleh dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas bagi yang sudah level tiga, dua, dan satu.

“Alhamdulillah di Jawa Timur ini yang level dua dan tiga ada 29 kabupaten/kota, di Jatim ini terhitung dua hari yang lalu juga sudah tidak ada zona merah. Artinya, proses pembelajaran tatap muka terbatas bertahap. Ini harus tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian dengan protokol kesehatan yang ketat dan dengan pengawasan oleh Tim Satgas di masing-masing sekolah,” pintanya.

Di SMKN 5 Jember menurutnya sudah sesuai dengan standar yang diinginkan. Mulai dari penerapan Prokes hingga pelaksanaan tekhnis PTM sangat keren. Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak terlena dengan kondisi saat ini yang sudah semakin membaik dari kasus Covid-19. “Terima kasih di sekolah SMKN 5 ini menurut saya ini keren. Satgas dari teman sebaya itu penting karena saling mengingatkan temannya. Satgas dari guru juga penting karena bisa saling membimbing serta satgas perwakilan dari orang tua juga perlu karena juga saling mensinergikan di antara satgas-satgas yang lain,” pesannya.

Khofifah meminta untuk di SMK Kelas 12 vaksinasinya diprioritaskan, dipercepat, dan kemudian proses penguatan sesuai standar kompetensinya betul-betul diukur oleh para Kepala Sekolah dan guru. Sehingga, anak-anak itu confident lulus dari SMK kelas 12.

“Jadi, hari ini saya berharap bahwa prioritas vaksinasinya untuk kelas 11 dan 12 dulu karena kelas 12, apa lagi SMK itu sudah harus nyambung dengan kebutuhan Dudika (Dunia usaha dunia industri dan dunia kerja) ini harus dikrup. Jadi, standar kompetensinya itu harus betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan oleh market,” pungkasnya.

Bupati Hendy Siswanto mengucapkan terima kasihnya kepada Gubernur Khofifah yang sudah berkenan hadir di Kabupaten Jember untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pembelajaran tatap muka setingkat SMA dan pelaksanaan vaksinasi di beberapa sekolah di Jember.

Meski kondisi terkadang kehabisan untuk vaksinnya namun dirinya tetap mengupayakan secara maksimal agar pembelajaran tatap muka terap berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Dia mengimbau kepada sekolah-sekolah agar tetap malakukan PTM dengan Prokes yang ketat serta dilakukan percepatan untuk vaksinasinya.

“Dan yang penting juga saya mengingatkan jangan sampai terlena dengan kondisi saat ini yang sudah semakin membaik,” kata Hendi saat mendampingi Gubernur Khofifah di SMKN 5 Jember. Meski kondisinya sudah membaik, dia mengingatkan agar tetap melakukan prokes yang ketat.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kepala SMKN 5 Jember Kumudawati, M.Pd. Menurutnya, menjadi suatu kehormatan karena dihadiri dan dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Timur.
Kumudawati menjelaskan bahwa vaksinasi di sekolahnya sudah dosis yang kedua untuk separuh dari jumlah siswa yang ada.

“Kita dapat lagi hari ini 1.000 tapi kan vaksin satu sehingga pelaksanaannya tidak hari ini, namun di lain waktu. Hari ini kita ada vaksin kedua. Kan vaksin pertama itu pada tanggal 4 Agustus, kemudian vaksin kedua hari ini,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa hari ini pihaknya kembali mendapat vaksin jenis Sinovac lagi dari Pemprov Jatim sebanyak 1.000 dosis. "Sebelumnya juga 1.000 sehingga akan kita koordinasikan lagi dengan Dinas Kesehatan. Karena siswa kami kan ada 2.563 jadi kurang sekitar hampir 600-an,” ujarnya.

Untuk mepercepat pelaksanaan vaksinasi di sekolah tersebut, pihaknya selalu aktif berkoordinasi selain dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, juga dengan puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Reporter: Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga