Senin 13 Juni 2022

JAM KESRA Sarankan Warga Desa Pakel Sebaiknya Kolaborasi dengan PT Bumi Sari untuk Kesejahteraan Bersama

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi demonstrasi mahasiswa, doc; google image

PUBLIS.ID, BANYUWANGI - Persoalan tanah di Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi seharusnya bisa terselesaikan dengan cepat apabila antara warga dan perusahaan dapat bekerjasama untuk kesejahteraan bersama.

Bukan justru memperuncing masalah dengan mengikuti provokasi LSM, demikian disampaikan
Koordinator Jaringan Mahasiswa Untuk Kesejahteraan Rakyat (JAM KESRA) Andre Kurniawan kepada media, Senin 13 Juni 2022.

Menurut Andre, dengan solusi mengelola bersama maka dapat memaksimalkan potensi perkebunan yang ada, tidak terus menerus menghidupkan masalah sehingga pasang surutnya konflik pertanahan yang ada di Desa Pakel tidak kunjung mereda lantaran terus saling mengklaim hak pengelolaan Tanah.

Seharusnya, sambumng Andre, mengutip pernyataan Surya Tjandra Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang bahwa penyelesaian konflik agraria ini mempertimbangkan riwayat Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan dan riwayat penguasaan fisik yang dimiliki masyarakat. Ada kemungkinan tanah tersebut menjadi tanah kolektif yang nantinya akan dikelola bersama antara PT. Bumi Sari dan masyarakat.

Bukan justru tersulut provokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperuncing masalah. Andre Kurniawan menuding elemen LSM yang melakukan provokasi diantaranya Walhi, Laskar Hijau, Forsuba dan beberapa oknum mahasiswa.

Mereka, kata Andre, acapkali mendorong warga untuk melakukan pengrusakan tanaman di areal tersebut yang mana selain merusak tumbuhan panen juga pohon pohon yang berada di kawasan perusahaan. Hal ini kemudian mengakibatkan proses rekonsiliasi antara PT. Bumi Sari dan masyarakat menjadi kian rumit.

"Nah inilah masalahnya selama ini dimana banyak oknum eksternal di luar daerah (LSM dan kelompok penunggang gelap ) tiba-tiba masuk ke dalam kelompok warga dan sering melakukan provokasi serta membenarkan tindakan kriminal seperti membakar, menjarah, dan menebang tumbuhan di areal perusahaan. Seandainya pihak LSM ini tidak mendorong warga melakukan hal tersebut. Bukankah Pihak perusahaan akan dengan senang hati menjalin kerjasama strategis dengan masyrakat setempat," ucap Andre Kurniawan.

Andre menambahkan Bahwa ke depan aliansi Mahasiswa JAM KESRA akan melakukan advokasi lapangan agar tidak ada lagi pengrusakan, penjarahan, dan penebangan pohon sewenang-wenang oleh Warga dengan Provokasi LSM.

"Ini kan sudah parah terjadi penebangan pohon, pengrusakan tanaman, bayangkan berapa Miliar kerugian yang dialami PT. Bumi Sari dan berapa jumlah kerusakan ekologi yang ditanggung. Seandainya tidak ada LSM pembuat gaduh, kami yakin antara perusahaan dan masyarakat dapat menjalin kerjasama strategis yang menguntungkan kedua belah pihak. Mari kita kawal bersama-sama kami di sini dari kelompok mahasiwa siap menggoalkan rekonsiliasi warga dan perusahaan," pungkasnya.

Sumber: Pers Rilis

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga