Jumat 28 Agustus 2020

Humanika : Walikota Bandarlampung Herman HN Harus Netral, Jangan Untungkan Istri Sendiri

Oleh Redaksi, PUBLIS

Rudi Antoni (Kopres Humanika) dan Abdhy Tangguh Wybawa (Sekjen Humanika). DOK: Pribadi.

PUBLIS.ID, BANDARLAMPUNG - Terkait dugaan adanya penghadangan sosialisasi Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota kota Bandarlampung, Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan atau biasa disebut Humanika provinsi Lampung menyampaikan sikapnya.


Melalui sambungan telpon kepada Publis.id, Sekretaris Jendral Humanika Periode 2020 -2025 Abdhy Tangguh Wybawa, SH mengingatkan agar Wali Kota Bandarlampung Herman HN jangan membuat peraturan yang hanya dapat menguntungkan istrinya saja menjelang Pilwalkot Bandarlampung ini. "Jangan sampai, peraturan yang dibuat hanya tegas ke lawan politik tapi lemah terhadap Istri Pak Wali yang ikut mencalonkan diri," ujar-nya.


Hal tersebut disampaikan terkait Peraturan Walikota (Perwali) Bandarlampung Nomor 18 Tahun 2020 mengatur tentang Pedoman Pencegahan Penyebaran Covid-19 Melalui Protokol Kesehatan di Wilayah Kota Bandarlampung oleh aparatur Pemkot Bandar Lampung yang diduga dijadikan alasan lurah atau camat guna menghadang sosialisasi bakal calon lain. "Wali Kota Herman HN harus menjaga netralitas dan persamaan dalam hukum," ujar Abdhy.


Berdasarkan ketentuan Pasal 71 Ayat (3) UU Nomor 10 Tahun 2016 secara tegas melarang gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri, maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon, sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.


Sementara Kordinator Presidum Humanika Lampung Rudi Antoni menyampaikan bahwa proses konstetasi ini merupakan bagian dari ketetapan oleh Allah SWT terhadap makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, ia meyakini bahwa setiap calonkada yang ikut meramaikan ajang pesta demokrasi ini sudah memiliki garis untuk menjadi pemimpin. “Yakinlah bahwa semua sudah ditetapkan oleh Allah SWT.  Jika memang sudah ketetapannya, maka dia pasti akan terpilih oleh rakyat, ” tegas dia. (*).


Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga