Rabu 28 April 2021

GMBI Laporkan Koni Jember ke Kejati

Oleh Redaksi, PUBLIS

GMBI usai melaporkan Koni Jember dan Ketua Koni Jember Alvin, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Jember memiliki bukti kuat dugaan adanya penyelewengan dana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2019.

Salah satu bukti, kata Ketua GMBI Nailil Hufron saat dihubungi Publis via WhatsApp adalah dokumen Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Koni Jember dan data pendukung lainnya yang tidak bisa dibuka ke publik.

Nailil Hufron mengatakan, berkas pelaporan dugaan penyelewengan dana, hari ini Rabu 28 April 2021, sudah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. "Sebagai bukti keseriusan kami mengawal dana publik," tegas Hufron.

Kata dia, tidak seharusnya oknum-oknum tertentu menyelewengkan dana atlet demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Oleh sebab itu, Hufron bersama GMBI berjanji akan mengawal kasusnya sampai tuntas.

“Saya sudah menganalisa, membaca laporannya, sekaligus data buktinya sudah kita kantongi, hari ini laporan telah diterima dengan baik oleh Petugas Kejaksaan Jawa Timur dan dalam Minggu ini akan segera diproses," pungkas Hufron.

Penyelenggaraan Porprov waktu itu mulai tanggal 06 – 13 Juli tahun 2019 di empat kabupaten meliputi Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Semua kabupaten mendapat bantuan termasuk Jember

Sekertaris LSM GMBI Jember, Agus Happi, mengatakan bahwa dana yang di terima oleh Koni Jember sebesar Rp. 135.500.000. “Dana tersebut digunakan untuk keperluan operasional kontingen atlet di Kabupaten Jember,” ucap Agus.

Agus menduga ada pengelewengan atau permainan monopoli anggaran. Hal tersebut berdasarkan LPJ Koni Jember yang diduga terdapat manipulasi LPJ sebab tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Sementara Ketua Koni Jember, Abdul Haris Avianto menepis tuduhan GMBI bahwa telah ada penyelewengan dana. Sebagaimana pembelaannya yang dimuat media daring, Alvin menyebut tudingan GMBI tidak berdasar dan tidak sesuai fakta karena sudah lama, tahun 2019.

Alvin beralibi, terkait dugaan penyelewengan dana yang dituduhkan sebenarnya merupakan dana Bantuan, sifatnya kebijaksanaan dan yang diberi bantuan dalam hal ini Koni Jember. Tapi, tidak boleh digunakan diluar kepentingan Porprov VI dan penerima bantuan hanya melaporkan kepada pemberi bantuan dalam hal ini Koni Jatim.

Ketua LSM Gagak Hitam ini juga beralasan, dana dari Koni Jatim bukan bantuan hibah melainkan dana bantuan untuk atlet. Koni Jember sudah mengeluarkan anggaran untuk atlet Porprov dan pelatih sesuai dengan prestasi yang didapatkan.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga