Selasa 20 Oktober 2020

Gara-Gara Kandang Ayam, Seorang Perempuan di Situbondo Dikeroyok 5 Orang

Oleh Redaksi, PUBLIS

Raifa saat sudah baikan namun masih harus dirawat di Puskesmas, Doc: Purwanto

PUBLIS.ID, SITUBONDO - Hanya gara-gara minta kandang ayam dipindahkan, warga Dusun Bukkol, Desa Kedung Dowo, Kecamatan Arjasa, Situbondo terpaksa dilarikan ke Puskesmas setelah dikeroyok oleh 5 (lima) orang tetangganya.

Kepada Publis.id (Selasa, 20 Oktober 2020), Raifa menceritakan kronologi kejadian naas yang menimpa dirinya pada tanggal 13 Oktober 2020 yang lalu, "Saat itu sekira pukul 19.30 WIB, saya meminta BY untuk memindahkan kandang ayam yang berada di belakang rumah," ujar Raifa.


Namun, permintaannya tersebut malah ditolak, lanjut Raifa. Justru BY tiba-tiba menghantam wajahnya dengan tanpa alasan yang jelas. Bersamaan dengan kejadian itu, KS datang memegang tubuh Raifa dari belakang dan malah bukan membantu melerai kejadian tersebut.


Melihat kejadian itu beberapa pelaku lainnya berinisial JJ , SM , dan TL ikut membantu BY memukulinya. "Mereka memukuli saya bertubi-tubi hingga tersungkur ke tanah," lanjut Raifa.


Walau wajahnya lebam penuh dengan pukulan dan lecet, beruntung Raifa tidak meregang nyawa. Pelaku yang berinisial BY, KS, JJ, SM dan TL adalah 3 (tiga) orang perempuan dan 2 (dua) orang laki-laki.


Ormas Pembela Tanah Air (Peta) melalui Lembaga Bantuan Hukumnya, Nurul Amin menyampaikan akan mengawal kasus yang menimpa Raifa. Menurutnya, persoalan sepele seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi.

Nurul Amin meminta pihak kepolisian harus bisa memberikan keadilan yang benar, "Ibarat pepatah jangan tajam ke bawah namun tumpul ke atas, usut tuntas dan tangkap kasus pengeroyokan 5 (lima) pelaku tersebut," imbuh Amin.

Sementara itu, ketua DPC Peta, Eko turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dirinya dan lembaganya akan terus mengawal kasus penganiayaan yang menimpa Raifa. "Saya mendampingi korban di Polsek Arjasa untuk dimintai keterangan. Anehnya, pihak korban sampai saat ini belum mendapatkan bukti LP dari Polsek Arjasa. Padahal kasus ini sudah satu minggu dari kejadian ini," jelas Eko.

Eko berharap, Kapolsek Arjasa menangani dengan serius kasus ini, "Jangan main-main demi tegaknya kebenaran dan keadilan," tegas Eko . (Pur).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga