Senin 27 Juni 2022

DPRD Inhil Soroti Tidak Maksimalnya Pembangunan di APBD 2022

Oleh Redaksi, PUBLIS

DPRD Inhil saat menggelar rapat, Doc: Rhama Melo

PUBLIS.ID, INHIL - Ketua  DPRD Inhil DR H Ferryandi ST MM MT menyoroti dan mempertanyakan kembali tentang tidak maksimalnya perjalanan proyek pembangunan yang tertuang dalam APBD tahun 2022, padahal anggaran sudah disahkan per 30 November 2021.

"Sudah 7 bulan sejak APBD tahun 2022 kita sahkan, hingga saat ini kami melihat. Hanya satu pembangunan yang sudah jalan yaitu gedung serba guna pelayanan satu pintu atau Mall Pelayanan Publik (MPP), sementara banyak paket proyek yang lebih mendesak dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti jalan, jembatan, jerambah, tanggul penyelamatan kebun masyarakat tidak ada progres sama sekali, sepertinya kita tidak mau belajar dari kekurangan tahun tahun sebelumnya," ujar DR H Ferryandi ST MM MT, Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Senin 27 Juni 2022.

Ferryandi menegaskan bahwa mendahulukan pembangunan yang bersentuhan dengan kebutuhan dan hajat hidup orang banyak masih sebatas slogan. Pihaknya melihat dengan jelas bagaimana susah dan terkendalanya sebagian besar masyarakat Inhil akibat hancurnya infrastruktur dan anjloknya harga komoditi andalan, seperti Sawit, Kelapa Rakyat, dan Pinang, serta diperparah tidak jalannya APBD sebagai suatu faktor yang menstimulus ekonomi masyarakat.

"Dengan anjloknya komoditi Sawit dari Rp 3200 menjadi Rp 200,- Kelapa Rakyat dari Rp 3000 jadi Rp 1700 dan Pinang dari harga Rp 12.000 anjlok jadi Rp 4000,-. Harusnya ekonomi masyarakat bisa terbantu jika APBD berjalan maksimal sejak awal tahun, karena para pekerja bisa memanfaatkan pekerjaan proyek pembangunan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun yang terjadi justru sebaliknya, para petani dan buruh tani saat ini menganggur dan tidak punya pilihan pekerjaan yang lain," paparnya.

DPRD atas dasar pengalaman dan keinginan untuk memperbaiki ekonomi masyarakat, sambung Ferryandi, secara marathon berupaya mengesahkan APBD sebelum tahun berjalan, agar bisa dilaksanakan pada awal awal tahun. "Kita berkaca dari pengalaman, jika hanya menghandalkan komoditi perkebunan, masyarakat kita sering mendapatkan kesusahan, karena anjloknya harga komoditi, para petani dan buruh tani seharusnya tidak sampai menganggur kalau ada pekerjaan pembangunan. Untuk itulah kita berupaya sekuat tenaga agar APBD sebagai penstimulus ekonomi kita sah secepat mungkin dengan harapan kondisi seperti yang terjadi saat ini tidak terlalu berdampak pada ekonomi masyarakat kita, karena kalau ekonomi drop, kerawanan sosial juga akan meningkat," terang Ferryandi.

Reporter: Rhama Melo
Publiser: Fahmi

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga