Kamis 15 April 2021

Dosen Cabul ini Dibebas Tugaskan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Universitas Jember tampak dari depan, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Dosen Universitas Jember (Unej) berinisial RH menggemparkan publik beberapa waktu lalu setelah diketahui melakukan pencabulan kepada keponakannya sendiri.

Dosen Fisip Unej ini mencabuli Bunga yang masih berusia 16 tahun dengan cara memegang payudara Bunga dengan alasan untuk menyembuhkan penyakit Bunga. RH berkata kepada Bunga bila ada tanda-tanda kelainan di payudaranya sehingga butuh penanganan. Padahal, RH sendiri tidak memiliki kompetensi di bidang medis.

Kasus pencabulan ini mulai terungkap setelah Bunga minta tolong kepada ibunya yang bekerja di luar kota. Ibu Bunga juga curiga dengan status anaknya di media sosial yang bicara soal korban pelecehan seksual harus berani speak-up (bicara).

Meski RH sudah bertemu dan meminta maaf. Namun, kasus ini terlanjur mencuat ke publik. Apalagi Ibu Bunga yang tidak terima membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Unit PPA Satreskim Polres Jember, Ipda Vitasari mengatakan, status RH naik dari yang semula saksi menjadi tersangka setelah ada kesesuaian antara keterangan saksi-saksi dan surat hasil visum Psikiatri.

Alat bukti yang berhasil dihimpun dari kasus pencabulan itu, ada 4 alat bukti. “Surat hasil visum psikiatri dokter, surat keterangan ahli, surat keterangan saksi, dan terakhir bukti rekaman audio. Sebenarnya minimal cukup dua alat bukti, jadi  alat bukti sudah lebih dari cukup,” ujar Vitasari.

Setelah RH ditetapkan sebagai tersangka, Unej mengeluarkan rilis terkait status RH di Unej. Sebagaimana rilis yang diterima Publis, Unej membebastugaskan sementara dosen yang jadi tersangka Pencabulan.

Menyikapi laporan beberapa pihak tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS yang dilakukan oleh RH (Dosen Fisip) maka Rektor Universitas Jember segera merespon dengan membentuk Tim Investigasi/Tim Pemeriksa.

Tim ini telah mulai bekerja mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS. Berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dan mengingat ancaman hukumannya disiplin tingkat berat, sesuai pasal 27 PP No 53 tahun 2010.

Maka Tim Investigasi/Tim Pemeriksa memberikan rekomendasi kepada Rektor untuk membebastugaskan sementara RH dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Universitas Jember.

Rekomendasi tim pemeriksa ini langsung direspon oleh Rektor dengan mengeluaran Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember.

Pembebastugasan sementara selain dalam rangka mendukung kelancaran pemeriksaan oleh Tim Investigasi/Tim Pemeriksa juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember berdasarkan alat bukti yang mencukupi dan memadai.

Pembebastugasan sementara ini berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman disiplin PNS. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat maka hukuman terberatnya bisa sampai dengan pemberhentian sebagai PNS.

Dalam hal ini Tim Investigasi/Tim Pemeriksa masih terus bekerja dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya agar bisa memberikan rekomendasi yang cepat dan tepat.

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga