Rabu 24 Juni 2020

Ditemui Wabub, Penderita Tumor di Jember Minta Kursi Roda

Oleh Redaksi, PUBLIS

PUBLIS.ID, JEMBER - Wakil Bupati Kabupaten Jember KH.A Muqit Arief mengunjungi warganya untuk membagikan paket sembako dan uang kepada keluarga seorang penyandang difabel berat di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas.

Beberapa pekan ini, KH.A Muqit Arief tanpa henti berkeliling dari rumah ke rumah mengunjungi keluarga penyandang difabel berat untuk memberikan bantuan secara langsung berupa sembako, uang juga kursi roda, Rabu 24 Juni 2020.

Lukman Hakim yang kini berusia 25 tahun, sejak lahir terdiagnosis menderita tumor cair di kepala. Akibat penyakit yang dideritanya, Ia mengalami kelumpuhan total, sehingga selama hidupnya hanya bisa duduk dan berbaring di atas ranjang maupun kursi.

Mengetahui kedatangan Wabup di rumahnya, Lukman Hakim didampingi kedua orang tua spontan mengutarakan maksud ingin memiliki kursi roda.
Merespon keinginan Lukman Hakim, Wabup akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Bupati Faida, sebab bantuan kursi roda ini sesuai aturan diperuntukkan bagi penyandang difabel yang berumur dibawah 17 tahun.

"Mungkin ada payung hukum soalnya apa yang kita lakukan harus selalu diatas koridor hukum, niatnya baik tapi melanggar hukum kan bisa kena (hukum )," tuturnya. Wabup menyarankan, kalau anak difabel usia dibawah 17 tahun masih bisa dituntun jalanya, sebaiknya jangan memakai kursi roda, guna untuk merangsang saraf-sarafnya.

"Kecuali jika benar-benar memang tidak bisa berjalan mungkin tetap kita akan fasilitasi dengan kursi roda," sambung Wabup. Ia mengaku hari ini mengunjunhmgi 16 titik yang menjadi target sasaran. Selama berkeliling door to door, kata Wabub tidak menemukan kendala yang berarti. Hanya saja di beberapa titik masih mendapati warga cacat berat yang masih belum tercover.

"Untuk itu saya mengharapkan kepada Kepala Desa agar ikut aktif membantu mendata dan melaporkan warga cacat berat ke Pemkab Jember," pinta Wabup.
Kepada keluarga difabel Wabup berpesan, memiliki keluarga difabel agar jangan beranggapan itu sebagai aib.Padahal, apapun yang terjadi itu adalah pemberian dan titipan Tuhan.

"Jadi keluarga yang menanggung anak seperti itu tidak usah merasa malu ataupun berkecil hati, disarankan kepada lingkungan terdekatnya untuk pro aktif memberikan semangat dan kekuatan pada keluarga tersebut, " kata Wabup.

Tidak mesti harus dengan bantuan material tetapi yang penting bagaimana menguatkan mereka sehingga menjadi percaya diri. "Hal itu akan sengat membantu bagaimana difabel berat ini bisa semangat," imbuhnya. (*)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga