Kamis 06 Mei 2021

Dipolisikan Seorang Perempuan, Kades di Jember Ancam Lapor Balik

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kepala Desa saat diwawancara sejumlah media, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JEMBER - Kepala Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Suyitno dipolisikan seorang perempuan berinisial IT karena merasa dianiaya setelah mendatangi rumah sang Kades dan diusir.

IT buka suara ke media daring usai melaporkan Suyitno. Dalam berita tersebut, kata kuasa hukum Suyitno, Koko Rahmadani mengatakan, Suyitno melakukan tindak pidana dugaan penganiayaan, Kamis, 06 Mei 2021.

Padahal, sambung Koko Rahmadani, dalam berita tersebut ada beberapa fitnah yang masuk ranah pencemaran nama baik, sebab yang dilakukan Kepala Desa Tembokrejo tidak seperti yang ada di pengakuan dalam berita.

"Saya tegaskan tidak ada penganiayaan ataupun pemukulan, yang ada tuan rumah (Suyitno) karena didesak dan diintimidasi oleh 3 orang wanita sehingga tuan rumah merasa risih dan berhak untuk mengusir 3 orang tersebut," ujar Koko.

Terkait pemberitaan itu, sebagai kuasa hukum dari Suyitno, Koko tegas membantah tidak ada penganiayaan ataupun tindakan kekerasan. Berita maupun foto-foto yang menyebar itu tidak benar.

Sementara Suyitno menyampaikan bahwa kejadian yang sebenarnya, saat itu dirinya kedatangan 3 tamu perempuan dengan mengenakan busana rok mini dan baju sangat feminim.

Suyitno menilai kedatangan mereka bertiga tidak sopan sebab mencitrakan seorang wanita tidak sedap dipandang mata, apalagi saat bulan Ramadhan.

Terlebih, kata Suyitno, 2 teman pelapor tanpa dasar yang jelas mengintimidasi untuk segera membayar hutang putrinya. Jika itu legal dan resmi akan dibayarkan, namun bila itu tidak resmi pihaknya akan mengambil langkah hukum.

"Mungkin dari kata kata yang agak keras wajar sebagai tuan rumah karena risih.
Dengan adanya suatu gertakan sehingga 3 orang wanita tersebut meninggalkan tempat, diantara ketiganya salah satunya terjatuh. Bisa jadi tersandung dari meja ataupun kursi, " ucap Koko.

Kalau memang benar ada tindak kekerasan dipersilahkan melaporkan ke polisi. Tapi jika laporan itu tidak benar pihaknya ambil langkah hukum balik karena itu tergolong menyebarkan fitnah.

Koko juga mempertanyakan kondisi luka perempuan yang ada di foto, apakah itu bentuk dari kekerasan. Jika memang ada pada hari itu dia lapor ke Polisi pasti sudah bisa diterima. Saksi juga banyak, teman-teman yang ada juga bisa jadi saksi. "Tapi kalau laporan itu tidak diterima berarti disitu tidak ada kesaksian, " kata Koko.

Pasca berita tersebut, Koko juga sudah mempertanyakan kepada pihak kepolisian di Polsek Gumukmas maupun Polres Jember, apakah ada laporan terkait ini. Polisi menjawab, ada yang melaporkan tetapi tidak diterima, karena tidak cukup bukti dan tidak ada yang berani menjadi saksi.

Atas fitnah yang dialami Suyitno, pihaknya berencana akan ambil langkah hukum laporan balik. Sebab selain keluarga besar dia juga seorang pejabat figur publik, yang jelas ini akan berbau politik.

"Mereka sebagai tamu datang membentak bentak diluar batas kewajaran sebagai seorang tamu, maka wajar jika tuan rumah mengusir, " pungkas Koko.

Sumber: Pers Release
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga