Jumat 15 November 2019

Dilempar saat Berkendara di JLS, Angga Harus Menjalani Operasi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Muhammad Angga Leonardi saat dirawat di RSD Soebandi, doc: Fahmi/Publis.id

PUBLIS.ID, JEMBER - Muhammad Angga Leonardi, warga Paleran, Kecamatan Umbulsari jatuh dari kendaraannya setelah dilempar oleh dua anak tidak dikenal di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kecamatan Puger. Akibatnya, Angga harus menjalani perawatan intensif di RSD Soebandi selama lima hari.

Keluarga korban, Cipto saat diwawancara di tempat kerjanya mengatakan, kejadian di JLS pas malam Sabtu tepat Maulid Nabi. "Saat ini, kondisi Angga baru pulang dari rumah sakit, namun sudah dalam kondisi normal atau tidak kita belum tau sebab saat dibawa pulang Angga masih merasakan pusing," ujar Cipto, Kamis 14 November 2019.

Cipto mengaku sudah mediasi dengan keluarga pelaku hari Senin kemaren 11 November 2019, mereka minta agar diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, sebagai keluarga korban bukan hanya minta biaya, Cipto minta agar sampai sembuh total seperti sediakala.

Cipto mengakui, bila pelaku masih dibawah umur. Cipto merasa iba pada pelaku termasuk keponakannya yang masih sekolah. Melihat keponakannya, Cipto berfikir bagaimana masa depannya, sudah tidak sesuai dengan yang diharapkan sebab memang sudah cacat.

Meski biaya rumah sakit dibiayai oleh keluarga pelaku, Cipto meyakini sebetulnya bisa menyelesaikan pembayaran sebab pelunasan biayai rumah sakit oleh pelaku tanpa sepengetahuan keluarga Angga. Cipto khawatir dengan kondisi Angga ke depannya, pasti butuh biaya kontrol atau terapi yang nilainya tidak kecil sementara orang tua Angga hanya bekerja di sawah.

Intinya, Cipto ingin Angga kembali normal seperti semula, bagaiamana pun caranya. Entah dibawa ke mana pun asalkan kembali sepertu semula. "Kalau saya lihat kemaren itu sudah separo kepalanya yang dibuka saat operasi, perkiraan nanti akan operasi kembali bila pelaku merasakan sakit di belakangnya," terangnya.

Kasatreskrim Polres Jember, AKP Yadwavina Jumbo mengatakan, pelemparan dengan batu di JLS korbannya masih anak-anak demikian pula dengan pelakunya yang juga masih anak-anak. Kedua tersangka ABH, saat ini sudah diamankan dan sedang proses untuk diversi karena ini adalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan sistem peradilan anak wajib melakukan diversi.

"Saat ini, kita sedang melakukan komunikasi antara keluarganya juga dengan perangkat desa. Secara proseduralnya bila diversi ini gagal dilakukan di sini, maka akan dilanjutkan diversi di penuntutan, ini kita masih utamakan diversi tahap awal, apabila ada penyelesaian dari kedua belah pihak yang pada intinya tetap pada tujuan terbaik untuk anak," terang Jumbo, di ruangan kerjanya, Jum'at 15 November 2019.

Saat ini, sambung Jumbo, juga koordinasi dengan Dinsos untuk pelayanan pendampingan. Nanti, dari Bapas juga akan didampingi, nanti dilakukan diversi. Apabila diversi tetap gagal, Jumbo akan tetap melakukan proses sebagaimana perintah undang-undang melakukan diversi tahap selanjutnya sampai dengan sidang. Bila sidang tetap gagal, maka keputusan hakim. Pelaku saat ini ada di Polres Jember. Namun, nanti kata Jumbo akan diserahkan ke Dinsos. (RF).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga