Senin 13 Januari 2020

Didemo, Anggota DPRD Jember Justru Ancam Laporkan Pendemo ke Polisi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Sopir Ambulance saat baru datang di depan Gedung DPRD Jember, (Doc: R.Fahmi).

PUBLIS.ID, JEMBER – Bermula dari Postingan salah seorang anggota sopir ambulance desa bernama Whesil di media sosial tanggal 6 Januari 2020 dengan judul ‘Rakyat di Bodohi’ yang mengkritik eksekutif dan legislatif yang menurut Whesil keduanya hanya saling mencari kelemahan dan kesalahan sehingga perencanaan dan penganggaran keuangan daerah tidak terlaksana sesuai jadwal.


Postingan tersebut mendapat tanggapan di kolom komentar oleh akun bernama David Handoko Seto yang notabene anggota DPRD Jember, kata David dalam komentarnya “Mon tak taoh ke urusan pemerintahan tak osa benyak benta kek, nyupir ambulan beih se nyaman mak le tak geger pasienah... pesantah sirinenah,” Artinya: Kalau tidak tau tentang urusan pemerintah tidak usah banyak bicara, nyupir ambulance saja agar tidak jatuh pasiennya, keraskan bunyi sirenenya.


Tanggapan David tersebut menyinggung perasaan sopir ambulance, sehingga pukul 09.00 pagi, 13 Januari 2020, puluhan sopir ambulance menggruduk gedung DPRD Jember untuk mengingatkan David agar lebih bijak menyampaikan pendapatnya. Whesil dan beberapa sopir ambulance sesampainya di depan gedung DPRD Jember langsung diminta untuk memasuki ruangan DPRD didampingi Anggoro salah satu tokoh swadaya masyarakat. Di dalam ruangan, sudah ada Badan Kehormatan DPRD Jember, Hamim dan Sunardi.


Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, Hamim lantas memperkenalkan anggota BK lainnya. Kemudian meminta sopir perwakilan ambulance untuk menyampaikan aspirasinya.

Anggoro yang mendampingi sopir ambulance mengatakan, kedatangannya ke DPRD Jember untuk menyampaikan rasa kekecewaan terhadap salah satu anggota dewan bernama David yang menurut Anggoro, komentarnya di media sosial telah melukai perasaan para sopir ambulance. Sehingga, sebagai masyarakat, Anggoro turut tergerak untuk mendampinginya.


Sementara, Whesil mengatakan, kedatangan para sopir ambulance di DPRD terkait postingannya melihat kondisi di Kabupaten Jember. Sebagai pribadi, Whesil berfikir apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, kemudian meluapkannya di FB yang merupakan bentuk pemikiran pribadinya. Menurutnya apa yang terjadi di Jember hari ini mengimbas kepada masyarakat luas.

Whesil heran dengan komentar David Handoko Seto, “Terus terang saja, saya dengan beliau berteman, tapi postingannya ini kan di umum di media sosial dan sudah tidak patut dilakukan oleh seorang anggota dewan,” ujar Whesil.


Ivan Fery Handoyo salah satu sopir lainnya menyampaikan, ingin bertemu dengan David untuk klarifikasi komentarnya, apakah hanya sebatas candaan. Namun demikian, kata Ifan, para sopir ambulance merasa sangat direndahkan dengan komentar David, “Apa David itu menganggap kita ini bodoh sekali, memang kita itu masyarakat biasa, segitunya seorang anggota dewan, kecewa sekali dengan omongannya, datang ke sini murni kekecewaan sopir ambulance desa,” terang Ifan.

Sopir ambulance lainnya, Diah Afandi mengatakan, sebenarnya keluhannya sama ingin bertemu dengan David dan mengajarinya cara bertutur kata yang sopan. Sebab, sopir ambulance ini seolah-olah dianggap kaum ‘petempeh’ “Saya bingung dengan psikologi mas David, apakah karena ada masalah sehingga terluntar hal seperti itu, atau merasa sudah wah dan banyak uang barang kali, seenaknya mengucapkan kalimat yang tidak pantas,” keluh Afandi.


Kata Afandi, hal ini masih menyangkut dengan para sopir ambulance desa. Dirinya khawatir nantinya justru akan menghina petani, pekebun, supir dan yang lain-lainnya, “Saya ingin kalau mas David tidak bisa menemui kami, pergunakan hak bapak BK untuk mengajarinya, saya yakin di dewan ini banyak yang faham agama dan ada kyai juga di anggota dewan ini, ajarilah dia bertingkah laku, bertutur kata yang baik, tolong ajari pak, saya rasa dia kurang happy, sehingga ilmu agamanya lupa dia,” ungkap Afandi.

Ketua BK, Hamim menyebut keluhan sopir ambulance desa adalah bentuk kekecewaan dari facebook, Hamim juga meminta materinya, dia juga meminta buktinya di print out agar memahami materinya.

Tidak lama berselang, David Handoko Seto keluar menemui perwakilan sopir ambulance desa, dia meminta agar pembicaraannya tidak dipotong. “Saya jadi sedikit tertawa kenapa urusan saya mengomentari hal yang sifatnya pribadi kepada saudara Whesil kemudian menjadi persoalan yang luas seluruh sopir ambulance, kepada Whesil bukan kepada sopir ambulance, jadi masyarakat harus tau,” kata David.


Caption: David Handoko Seto dengan sebatang rokok di mulutnya, Doc: Publis


Kemudian, David membaca kembali postingan Whesil di media sosial, “Maaf, sampean tidak menyebut saya pribadi tapi sampean menyebut partai, di Jember ini banyak partai, orang-orang yang duduk di anggota dewan ini adalah anggota partai, dan saya yakin mereka semua tersinggung kepada sampean, saya komentarnya pribadi kepada sampean, ini komentar saya, tolong difahami,” ujar David lantas kembali membaca komentarnya di media sosial.

David menyebut bila tidak faham betul urusan pemerintahan, tanyakan secara diskusi jangan di publis ke media sosial, itu harapannya dan komentar tersebut baru sekali dari sekian yang dikomentari termasuk yang mengdiskreditkan DPRD soal jembatan semanggi, “Pada saat dianggarkan ke mana dewan, yang perlu saya informasikan kepada publik sampean harus tau,” kata David.

David kemudian menjelaskan persoalan anggaran jembatan semanggi, David menyebut bila tidak konsultasi dan berbicara demikian dengan anggota dewan, akhirnya akan salah, urusan nasi kotak juga dikomentari, “Kita tidak pernah membalas postingan sampean, baru sekali saya membalasnya ini sifatnya pribadi bukan kepada seluruh sopir ambulance, kepada Whesil bukan kepada seluruh sopir ambulance,” jelasnya.

Setelah David menjelaskan panjang lebar, Anggoro kembali menanggapinya, kata Anggoro, bila persoalan ini bukan urusan pribadi, berlaku sebaliknya, “Ini yang menjadi kekecewaan kami, kalau pak David sudah mengenal saudara Whesil, kenapa njenengan tidak menegor, maaf, ini lebih santunnya, anda panutan rakyat dan dipilih oleh rakyat akan lebih santun kalau seperti yang anda sampaikan tadi, menyampaikan kepada Whesil tanpa harus melalui medsos,” ungkap Anggoro.


Bila memang ini urusan pribadi, sambung Anggoro, namun di komentar, David menyebut ambulance “Artinya itu menjadi perhatian teman-teman yang lain, saya tidak mengejar ini itu, kami hanya mengingatkan njenengan sebagai anggota dewan yang terhormat dan dipilih oleh rakyat, seharusnya mewakili suarat rakyat dan memberi contoh kepada rakyat,” keluh Anggoro.

David yang kembali menanggapi Anggoro dan sopir ambulance lainnya mengatakan, “Kalau tuntutan sampean meminta maaf kepada semua sopir ambulance, saya tidak akan pernah lakukan, kecuali sampean meminta maaf secara terbuka kepada partai politik di depan pers atas ketidak tahuan saudara terhadap penganggaran, baru saya akan meminta maaf secara pribadi kepada saudara Whesil bukan kepada sopir ambulance,” kata David ditujukan kepada Whesil.

Anggoro tiba-tiba memotong penyampaian David, kata dia, kedatangannya tidak untuk menuntut permintaan maaf. Tapi, kedatangannya kepada badan kehormatan, tentang apa yang David komentarkan, “Kami berharap Badan Kehormatan, sesuai dengan fungsinya bisa menelaah itu, karena ini bagian dari aduan kami kepada Badan Kehormatan, jadi perlu kami pertegas, apa ada bahasa kami yang menuntut permintaan maaf, kan tidak ada,” ucap Anggoro.


David tiba-tiba menyambut jawaban Anggoro bahwa dirinya siap di BK kan, disaksikan semua orang di sini, “Tapi hari ini juga saya akan membuat laporan ke polisi terhadap penghinaan partai kepada saudara Whesil,” kata David dengan suara tinggi. David mengancam akan melaporkan ke Polres Jember sebab telah melecehkan partai politik.

Anggoro yang berusaha menyela ancaman David, oleh Afandi diminta untuk dibiarkan, “Mas, mas Anggoro, biarkan saja, jadi kita sudah bisa menilai, bahwa di Jember kalau ada masyarakatnya yang mengkritisi atau melakukan pertanyaan kepada anggota dewan mereka harus memilih dulu, jadi harus sopir, keluarga sopir tidak perlu, tidak perlu ditanggapi lagi,” ujar Afandi kecewa. (Med) 

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga